Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BYD Periksa Kembali Kebakaran Mobil Listrik di Tol Japek

Kebakaran mobil BYD Seal di Tol Jakarta-Cikampek masih dalam investigasi mendalam dengan kerusakan melebihi 70 persen, sementara Kemendag memastikan perlindungan konsumen tetap terjaga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BYD Periksa Kembali Kebakaran Mobil Listrik di Tol Japek
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Insiden kebakaran mobil listrik BYD Seal yang terjadi pada 31 Juli 2026 di ruas Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di sekitar Gerbang Tol Cikampek, masih menjadi fokus pemeriksaan teknis menyeluruh. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan lantaran tingkat kerusakan kendaraan telah mencapai lebih dari 70 persen, sehingga membutuhkan waktu ekstra untuk analisis mendalam. Perusahaan menyatakan bahwa proses investigasi tidak dapat dipercepat demi menjaga akurasi hasil dan keandalan temuan.

Sebelum insiden, konsumen sempat merasakan anomali pada kendaraan, yang kemudian menjadi dasar respons cepat dari PT BYD Motor Indonesia. Perusahaan langsung menanggapi dengan intervensi melalui diler dan layanan call center, di mana penanganan pertama dilakukan dalam waktu kurang dari satu jam. Selain itu, konsumen telah diberikan kendaraan pengganti sejak awal, yang diserahkan secara resmi pada 8 Agustus 2026 setelah tercapainya kesepakatan penyelesaian. Menurut pernyataan internal perusahaan, konsumen kembali menggunakan produk BYD dalam waktu tidak lebih dari dua minggu setelah kejadian, menunjukkan kepercayaan tetap terjaga.

Kementerian Perdagangan turut turun tangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN), yang meminta klarifikasi resmi dari BYD pada 13 Agustus 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan hak konsumen terpenuhi secara adil dan transparan. Direktur Pemberdayaan Konsumen Kemendag, Immanuel Tarigan Sibero, menegaskan bahwa tindakan yang diambil BYD harus sesuai dengan standar perlindungan konsumen, termasuk penanganan cepat dan komunikasi terbuka.

Dalam pertemuan dengan regulator, BYD menyampaikan kronologi kejadian, langkah penanganan terhadap konsumen, serta perkembangan pemeriksaan teknis. Namun, hingga saat ini belum ada kesimpulan final mengenai akar penyebab kebakaran. Kemendag menekankan pentingnya pemeriksaan yang komprehensif untuk menjamin objektivitas dan dapat menjadi dasar evaluasi serta langkah perbaikan sistemik jika ditemukan kekurangan dalam produk atau prosedur.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya