Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BYD Perkenalkan Sistem Isi Daya Kilat di Indonesia

BYD meluncurkan teknologi Flash Charging dengan kemampuan isi ulang baterai 10 hingga 70 persen dalam lima menit di Indonesia, didukung baterai Blade generasi kedua yang lebih aman dan efisien.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
BYD Perkenalkan Sistem Isi Daya Kilat di Indonesia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - BYD Motor Indonesia secara resmi memperkenalkan sistem pengisian daya cepat berbasis DC, Flash Charging, di pasar dalam negeri pada Senin (12/10), setelah sebelumnya diluncurkan di China pada Maret. Teknologi ini dirancang untuk mempercepat proses pengisian kendaraan listrik hingga tingkat yang sebelumnya belum pernah dicapai oleh mobil produksi massal. Sistem ini bekerja dengan daya puncak hingga 1.500 kW, yang tidak diambil langsung dari jaringan listrik PLN, melainkan melalui sistem penyimpanan energi terintegrasi yang berfungsi sebagai powerbank untuk menopang beban tinggi saat pengisian.

Setiap stasiun Flash Charging dilengkapi dua konektor, memungkinkan dua kendaraan diisi secara bersamaan. Jika digunakan satu mobil, daya maksimal yang tersedia mencapai 1.500 kW, sementara pada penggunaan bersamaan masing-masing konektor hanya menyalurkan 1.000 kW. Dalam kondisi optimal, pengisian dari 10 persen hingga 70 persen hanya membutuhkan waktu lima menit. Ubaedilah, Head of Aftersales BYD Motor Indonesia, menegaskan bahwa pengisian dari 10 persen hingga 97 persen pada suhu ruangan dapat terlampaui dalam waktu sembilan menit, menjadikannya proses tercepat untuk mobil listrik produksi massal saat ini.

Teknologi ini hanya dapat digunakan secara maksimal dengan baterai Blade Battery 2nd Generation, yang telah dipasang pada dua model baru, Danza New D9 dan Z9GT, yang diluncurkan secara serentak di Indonesia pada 14 Oktober. Baterai generasi kedua dirancang dengan inovasi sistem transportasi ion bernama FlashPass, yang mempercepat pergerakan ion litium melalui penataan struktur katoda, elektrolit, dan anoda yang lebih efisien. Partikel grafit pada anoda disusun secara tegak lurus terhadap permukaan elektroda, mengurangi hambatan dan panas, sementara lapisan SEI dibuat lebih tipis namun tetap kuat untuk menjaga konduktivitas dan stabilitas kimia.

Hasilnya, kerapatan energi baterai meningkat lebih dari 5 persen dibanding generasi sebelumnya, serta ketahanan terhadap degradasi meningkat 2,5 persen. Keamanan menjadi fokus utama dalam pengembangan, dengan baterai telah lolos uji ekstrem termasuk penusukan paku (nail penetration), korsleting paksa pada empat sel sekaligus, dan benturan bawah hingga 10 kali lipat dari standar China. Hasilnya menunjukkan tidak terjadi thermal runaway, kebakaran, atau ledakan. BYD menegaskan bahwa penggunaan Flash Charging tidak merusak baterai, menepis mitos umum yang beredar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya