Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BYD Resmikan Pabrik Listrik di Subang, Dorong Industri Lokal

Pabrik BYD senilai Rp11,7 triliun di Subang resmi beroperasi, menjadi bagian dari upaya pemerintah memperdalam industri kendaraan listrik nasional melalui peningkatan TKDN.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BYD Resmikan Pabrik Listrik di Subang, Dorong Industri Lokal
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pabrik produksi kendaraan listrik BYD di Subang, Jawa Barat, secara resmi diluncurkan pada Kamis (3/9/2026), menandai langkah strategis dalam transformasi sektor otomotif nasional. Fasilitas seluas 126 hektare ini dibangun di kawasan Subang Smartpolitan Industrial Park dengan nilai investasi mencapai Rp11,7 triliun. Dengan kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun, pabrik ini menjadi pusat produksi penting bagi perusahaan asal Tiongkok di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemilihan Jawa Barat sebagai lokasi pabrik merupakan keputusan yang tepat, mengingat provinsi ini memiliki fondasi industri yang kokoh. Pada triwulan kedua 2026, ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,73%, melampaui rata-rata nasional, serta menyumbang 12,88% terhadap PDB nasional—menjadi provinsi ketiga terbesar dalam kontribusi tersebut. Kekuatan manufaktur Jawa Barat juga mendukung pengembangan rantai pasok kendaraan listrik secara nasional.

Dalam kesempatan peresmian, Agus menekankan pentingnya memperkuat industri dalam negeri melalui peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Rencana jangka panjang menetapkan target minimum TKDN naik secara bertahap: 40% pada 2026, 60% pada 2027–2029, dan mencapai 80% pada tahun 2030. Tujuannya adalah mengubah Indonesia dari pasar menjadi basis produksi yang mandiri, dengan melibatkan lebih banyak perusahaan lokal dalam rantai pasok kendaraan listrik.

Saat ini, BYD telah memasarkan enam model di Indonesia—Seal, M6, Dolphin, Atto 3, Sealion 7, dan Atto 1—yang semuanya masih berstatus impor utuh (CBU). Namun, sejak awal operasional, produk BYD telah mencatatkan TKDN di atas 40%. Data Gaikindo menunjukkan penjualan BYD dari 2024 hingga paruh pertama 2026 mendekati 94.000 unit, menunjukkan tingkat penerimaan pasar yang kuat dan potensi ekspansi produksi lokal di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya