China Ajukan Prinsip Setara dalam Peradaban Global
Wakil Presiden China menegaskan kesetaraan semua negara di panggung internasional dan pentingnya kerja sama multilateral berbasis hukum serta keadilan global.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 12.10 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB di New York, Wakil Presiden China Han Zheng menekankan bahwa tidak ada perbedaan kedudukan antara negara besar dan kecil dalam komunitas global. Ia menegaskan bahwa setiap negara, terlepas dari ukuran wilayah atau kekuatan ekonomi, memiliki hak yang sama dalam menentukan arah kebijakan internasional. Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari komitmen China terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional, keadilan, dan non-bias dalam penyelesaian isu global.
Han menekankan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, krisis kemanusiaan, dan ketidaksetaraan ekonomi tidak bisa diatasi secara unilateral. Ia menyerukan kolaborasi yang lebih erat antar negara, dengan membangun mekanisme konsultasi yang inklusif dan menghargai pilihan sistem sosial serta jalur pembangunan yang diambil setiap negara secara mandiri. Menurutnya, keberhasilan sistem multilateral tergantung pada penghormatan terhadap keragaman dan keberlanjutan dalam kerja sama internasional.
Dalam konteks yang sama, Menteri Luar Negeri Indonesia menyoroti urgensi reformasi institusi PBB agar lebih representatif dan responsif terhadap realitas abad ke-21. Ia menekankan bahwa kelemahan dalam sistem multilateral bukan alasan untuk melemahkan prinsip tersebut, melainkan justru harus diperkuat melalui transformasi yang konsisten dan bertindak nyata. Menurutnya, multilateralisme yang lebih baik adalah solusi yang dibutuhkan, bukan pengurangan perannya.
Pernyataan ini disampaikan dalam rangkaian Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB yang resmi dibuka pada 8 September 2026. Debat Umum, yang menjadi puncak kegiatan pekan tingkat tinggi, berlangsung pada periode 22 hingga 26 September, dilanjutkan dengan sesi khusus pada 28 September. Acara ini menjadi forum penting bagi kepala negara dan menteri luar negeri untuk menyampaikan posisi nasional dan mendiskusikan solusi kolektif atas isu-isu global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Dorong Dialog Global dalam Pidato PBB
Menteri Luar Negeri menyampaikan pesan Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB, menegaskan komitmen Indonesia memperluas kerja sama dan memperkuat multilateralisme.
27 September 2026

Imipas Periksa Hilangnya Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan membenarkan adanya fasilitas mewah yang tak ditemukan lagi setelah sidak Ombudsman, dan mulai mengusut keberadaan barang-barang tersebut.
27 September 2026

Kemendagri Dapat Penghargaan BPS atas Pemanfaatan Data Statistik
Kemendagri meraih penghargaan dari BPS dalam Anugerah Hari Statistik Nasional 2026 berkat sinergi dalam optimalisasi data untuk pengendalian inflasi dan evaluasi kinerja daerah.
27 September 2026

Fadli Zon Kenang Guruh Soekarnoputra sebagai Penjaga Literasi dan Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenang almarhum Guruh Soekarnoputra sebagai tokoh seni dan budaya yang mendalam, khususnya sebagai penggemar buku dan pelaku pemajuan literasi nasional.
27 September 2026
Berita Lainnya

PRI Buton Selatan Dibawah Arfandi Siap Rebut Kursi Pemilu 2029
Minggu, 27 September 2026, 12.54 WITA

Suami Dicopot, Istri Pilih Jualan Nasi Bungkus untuk Bantu Mahasiswa
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

74 Juta Warga Usia 17 Tahun Belum Punya Rekening Bank
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

Bayan Hentikan Force Majeure Usai RKAB 2026 Disetujui ESDM
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

JL van der Velde, Otak di Balik Tether dan Kekayaan Rp680 Triliun
Minggu, 27 September 2026, 12.22 WITA

Ed Sheeran Kehilangan Lebih dari 439 Ribu Pengikut Imbas Kontroversi Macklemore
Minggu, 27 September 2026, 12.21 WITA

Pestapora 2026 Tutup dengan Kolaborasi Spektakuler
Minggu, 27 September 2026, 12.16 WITA

300 Anak Prasejahtera Menyaksikan Laga FIFA ASEAN Cup di Bandung
Minggu, 27 September 2026, 12.13 WITA

