Imipas Periksa Hilangnya Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan membenarkan adanya fasilitas mewah yang tak ditemukan lagi setelah sidak Ombudsman, dan mulai mengusut keberadaan barang-barang tersebut.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 12.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menyatakan akan melakukan pendalaman terhadap keberadaan fasilitas mewah yang tidak ditemukan kembali setelah kunjungan kerja Menteri Imipas Agus Andrianto bersama Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto ke Lapas Kelas IIA Cibinong. Inspektur Jenderal Imipas, Rudi Setiawan, mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas seperti kulkas, simulator golf, gym, serta perabot rumah tangga lainnya tak lagi ada di lokasi yang sebelumnya diketahui memiliki fasilitas lengkap.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui alasan hilangnya fasilitas tersebut, termasuk proses perpindahan atau pengalihan penggunaan. Rudi menegaskan bahwa semua temuan Ombudsman, termasuk adanya minuman keras di dalam kulkas dan rencana pembangunan fasilitas hiburan seperti minigolf, akan ditindaklanjuti secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa investigasi ini merupakan bagian dari komitmen penuh terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan.
Sebagai tindak lanjut, lima pejabat Lapas Cibinong telah diberhentikan sementara dari jabatannya, termasuk Kalapas, KPLP, Kasi Binadik, Kasi Keamanan dan Keteriban, serta Kepala Urusan Umum. Keputusan tersebut diambil dalam rangka pemeriksaan internal menyusul temuan fasilitas mewah yang diduga digunakan secara tidak sesuai aturan. Rudi menegaskan bahwa proses pemeriksaan akan mencakup seluruh aspek, mulai dari pengadaan, penggunaan, hingga perpindahan barang-barang tersebut.
Ombudsman sebelumnya menemukan sebuah bangunan khusus di area Lapas Cibinong yang dilengkapi dengan ruang tamu, ruang tidur, dapur, ruang makan, televisi, dan berbagai perabot rumah tangga lainnya. Tim Ombudsman juga menduga bangunan tersebut digunakan oleh narapidana yang membayar untuk menempatinya. Salah satu penghuni yang dimintai keterangan mengaku menyetor sejumlah uang untuk mendapatkan akses, namun informasi detail soal jumlah pembayaran tidak bisa dikumpulkan karena terhalang petugas saat proses wawancara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Dorong Dialog Global dalam Pidato PBB
Menteri Luar Negeri menyampaikan pesan Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB, menegaskan komitmen Indonesia memperluas kerja sama dan memperkuat multilateralisme.
27 September 2026

China Ajukan Prinsip Setara dalam Peradaban Global
Wakil Presiden China menegaskan kesetaraan semua negara di panggung internasional dan pentingnya kerja sama multilateral berbasis hukum serta keadilan global.
27 September 2026

Kemendagri Dapat Penghargaan BPS atas Pemanfaatan Data Statistik
Kemendagri meraih penghargaan dari BPS dalam Anugerah Hari Statistik Nasional 2026 berkat sinergi dalam optimalisasi data untuk pengendalian inflasi dan evaluasi kinerja daerah.
27 September 2026

Fadli Zon Kenang Guruh Soekarnoputra sebagai Penjaga Literasi dan Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenang almarhum Guruh Soekarnoputra sebagai tokoh seni dan budaya yang mendalam, khususnya sebagai penggemar buku dan pelaku pemajuan literasi nasional.
27 September 2026
Berita Lainnya

PRI Buton Selatan Dibawah Arfandi Siap Rebut Kursi Pemilu 2029
Minggu, 27 September 2026, 12.54 WITA

Suami Dicopot, Istri Pilih Jualan Nasi Bungkus untuk Bantu Mahasiswa
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

74 Juta Warga Usia 17 Tahun Belum Punya Rekening Bank
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

Bayan Hentikan Force Majeure Usai RKAB 2026 Disetujui ESDM
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

JL van der Velde, Otak di Balik Tether dan Kekayaan Rp680 Triliun
Minggu, 27 September 2026, 12.22 WITA

Ed Sheeran Kehilangan Lebih dari 439 Ribu Pengikut Imbas Kontroversi Macklemore
Minggu, 27 September 2026, 12.21 WITA

Pestapora 2026 Tutup dengan Kolaborasi Spektakuler
Minggu, 27 September 2026, 12.16 WITA

300 Anak Prasejahtera Menyaksikan Laga FIFA ASEAN Cup di Bandung
Minggu, 27 September 2026, 12.13 WITA

