China Akhiri Insentif Baterai Listrik Mulai 2026
Pemerintah China mulai menerapkan pajak konsumsi bertahap terhadap baterai lithium-ion, berdampak langsung pada kenaikan harga mobil listrik mulai 2026.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 23.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Mulai 1 September 2026, China resmi menghentikan pembebasan pajak konsumsi untuk baterai lithium-ion, yang sebelumnya telah berlaku sejak 2015. Keputusan ini diatur dalam peraturan bersama Kementerian Keuangan, Administrasi Umum Kepabeanan, dan Administrasi Pajak Negara dengan nomor 20 Tahun 2026. Pajak pertama kali diterapkan sebesar 2 persen, lalu naik menjadi 4 persen pada 1 September 2027, sebagai bagian dari strategi pengurangan bertahap insentif untuk kendaraan energi baru (NEV).
Kebijakan ini mencakup seluruh jenis NEV, termasuk mobil listrik murni, plug-in hybrid, dan mobil dengan sistem range extender (EREV), namun tidak berlaku untuk kendaraan hybrid konvensional (HEV). Sementara itu, teknologi baterai alternatif seperti natrium-ion, solid-state, dan sel bahan bakar tetap mendapat keringanan pajak hingga akhir 2028, menunjukkan arahan kebijakan yang lebih fokus pada inovasi teknologi daripada dukungan massal.
Pembebasan pajak pembelian NEV yang sebelumnya berlaku hingga 2025 kini berubah secara bertahap. Mulai 2026 hingga 2027, konsumen harus membayar pajak pembelian separuh dari tarif normal, yaitu 5 persen dengan keringanan maksimal 15.000 yuan (sekitar Rp40,3 juta). Pada Januari 2028, tarif ini naik menjadi 10 persen, setara dengan mobil berbahan bakar fosil. Beberapa produsen seperti EVE Energy telah menyatakan akan menyerahkan beban pajak ini kepada konsumen melalui kenaikan harga jual.
Pengurangan insentif juga berlaku pada kebijakan ekspor, di mana rabat bagi eksportir baterai listrik turun dari 9 persen menjadi 6 persen sejak April 2026, dan akan dicabut sepenuhnya pada Januari 2027. Meski penjualan NEV di China tetap dominan—mencapai 48 persen dari total penjualan mobil baru pada 2025—penurunan penjualan domestik sebesar 10 persen pada semester pertama 2026 menunjukkan dampak dari pengurangan insentif dan perlambatan daya beli.
Langkah ini mencerminkan kebijakan strategis Beijing untuk mendorong industri otomotif listrik yang lebih mandiri dan berbasis inovasi, bukan hanya bergantung pada subsidi. Produsen yang gagal menyerap beban biaya akan menghadapi tekanan besar, yang berpotensi memicu transformasi struktural dalam ekosistem otomotif China. Dampaknya juga dirasakan pada rantai pasok global, terutama bagi negara yang bergantung pada ekspor komponen dari China.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

ISF 2026 Tekankan Kolaborasi Global untuk Ekonomi Berkelanjutan
Forum keberlanjutan internasional 2026 di Jakarta akan fokus pada pertumbuhan rendah karbon dan ketahanan sistemik dengan melibatkan lebih dari 200 narasumber global.
2 Oktober 2026

Program Asuransi BMN Perluas Cakupan ke 20+ Kementerian
Program asuransi barang milik negara melalui pooling fund bencana akan melibatkan lebih dari 20 kementerian mulai 2027, dengan fokus pada perlindungan aset strategis dari risiko bencana.
2 Oktober 2026

Indonesia Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Jerman 2026
Tahun 2026 menjadi titik penting dalam hubungan Indonesia-Jerman melalui serangkaian pertemuan tingkat tinggi dan percepatan kerja sama di sektor industri, energi hijau, serta pengembangan SDM.
2 Oktober 2026

Revitalisasi Sekolah di Bali Dorong Peningkatan Ekonomi dan Kualitas Pembelajaran
Program revitalisasi 401 sekolah di Bali pada 2025–2026 tidak hanya perbaiki infrastruktur, tapi juga tingkatkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan kenyamanan belajar.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lelang Batik Karya Desainer Dorong Permodalan UMKM Perempuan
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

MA Setujui Permohonan Pemakzulan Bupati Gowa
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

Insentif SPPG Rp2.000 Harus Disertai Standar Mutu Ketat
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

Anggota DPR Puji Kinerja Basarnas dalam Operasi SAR KM Virgo
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.27 WITA

Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri, Mulai Era Baru Kepemimpinan
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kejagung Tegaskan Nanik Deyang Tak Terlibat dalam Kasus MBG
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.26 WITA

Suara Hujan dan Ketenangan yang Dibentuk Otak
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.25 WITA

Tepung Olahan Berlebihan Picu Risiko Penyakit Kronis
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.23 WITA

