Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Dorong Pernikahan di Tempat Tak Biasa

Pemerintah China memperluas lokasi pendaftaran pernikahan ke bank, rumah sakit, bandara, dan stasiun, sebagai respons terhadap penurunan angka pernikahan dan kelahiran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
China Dorong Pernikahan di Tempat Tak Biasa📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah China kini memungkinkan pasangan untuk mendaftar nikah di berbagai lokasi nontradisional, termasuk bank, rumah sakit, bandara, dan stasiun kereta. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk menanggulangi tren penurunan pernikahan dan kelahiran yang telah berlangsung bertahun-tahun. Sejak perubahan regulasi pada Mei 2025, pasangan tidak lagi harus menunjukkan buku hukou atau mendaftar di tempat tinggal resmi, sehingga proses menjadi lebih fleksibel dan terbuka bagi seluruh warga negara.

Bank Tabungan Pos di Tianjin menjadi lembaga keuangan pertama yang menyediakan layanan pendaftaran pernikahan pada Agustus 2025. Tak lama kemudian, Rumah Sakit Ibu dan Anak di Zibo mengikuti jejak dengan menggabungkan layanan pernikahan, pemeriksaan pranikah, dan bimbingan pra-konsepsi dalam satu tempat. Selain itu, Bandara Internasional Guangzhou Baiyun telah mengeluarkan sertifikat pernikahan sejak Januari 2025, sementara stasiun metro di Hefei dan klub malam di Shanghai juga turut menyelenggarakan acara sertifikasi pernikahan secara khusus.

Hingga Mei 2026, jumlah lokasi pendaftaran pernikahan di luar kantor catatan sipil telah melebihi 500 titik tersebar di berbagai wilayah. Meskipun inisiatif ini menuai antusiasme di media sosial, hasilnya belum sepenuhnya memuaskan. Pada kuartal ketiga 2025, tercatat 1,61 juta pasangan mendaftar pernikahan—naik 22,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pada semester pertama 2026, angka tersebut justru turun 7,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Banyak warganet menilai bahwa perubahan lokasi pendaftaran tidak menyelesaikan akar masalah. Mereka menyatakan bahwa tantangan utama bagi generasi muda bukanlah prosedur administratif yang rumit, melainkan ketakutan terhadap beban finansial, tekanan keluarga, dan pengorbanan kebebasan pribadi. Sejumlah komentar menyebut bahwa pernikahan kini tidak lagi dianggap sebagai tujuan hidup utama, terlebih dalam konteks sosial yang semakin individualistis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya