China Pecah Pasar Otomotif dengan Teknologi Lebih Canggih, Harga Lebih Murah
Pakar ITB menjelaskan dominasi mobil China di Indonesia karena kemampuan menawarkan teknologi mutakhir dengan harga lebih rendah dibandingkan produk Jepang dan Eropa.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengungkapkan perbedaan mendasar antara pabrikan mobil asal Tiongkok dengan merek Jepang dan Eropa dalam strategi pasar. Ia menekankan bahwa produsen mobil China cenderung menghadirkan varian baru dengan spesifikasi teknologi lebih tinggi, namun tetap menjaga harga tetap terjangkau atau bahkan menurun dibanding model sebelumnya. Hal ini berbeda dengan tren di pasar otomotif tradisional, di mana peningkatan fitur biasanya diikuti kenaikan harga.
Menurut Yannes, kebiasaan ini menciptakan disrupsi signifikan dalam dinamika persaingan industri otomotif nasional. Ia menyebut bahwa pabrikan China mampu mengubah ekspektasi konsumen, di mana inovasi tidak lagi harus berarti mahal. “Mobil China punya sifat mendisrupsi pasar. Mereka bisa keluarkan produk baru yang lebih canggih, tapi harganya justru turun. Itu yang bikin beda,” ujarnya. Ia menilai bahwa model ini sulit ditiru oleh merek Jepang dan Eropa, yang umumnya menaikkan harga meski peningkatan teknologi hanya sebatas minor.
Contoh nyata dari tren ini adalah peluncuran Wuling Aira EV pada ajang GIIAS 2026. Varian Standard Range dijual mulai dari Rp155 juta, sedangkan Long Range dibanderol Rp175 juta. Angka ini jauh lebih kompetitif dibandingkan Air EV yang sebelumnya dipasarkan dengan harga antara Rp214 juta hingga Rp307 juta. Selain harga yang lebih terjangkau, Aira EV juga membawa kemajuan teknologi, terutama kemampuan pengisian cepat (fast charging) yang tidak dimiliki oleh model sebelumnya.
Perubahan ini menurut Yannes menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang mencari nilai lebih. “Kalau China bikin barang, barangnya keren, harganya ngaget-ngagetin. Dari Air EV ke Aira, teknologi beda, fitur lebih baik, tapi harganya malah turun. Konsumen yang beli Air EV sebelumnya pasti merasa kecewa,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa strategi ini tidak hanya menarik perhatian pasar, tetapi juga menekan posisi merek lain yang berbasis pada harga stabil atau naik seiring inovasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


