China Perketat Patroli di Atol Strategis Dekat Taiwan
Pemerintah China memperkuat kehadiran kapal penjaga pantai di sekitar Kepulauan Pratas, memicu kekhawatiran Taiwan atas ancaman provokasi dan penegakan yurisdiksi secara paksa.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 122x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah China telah memperluas operasi patroli kapal penjaga pantainya di sekitar atol kecil strategis di Laut China Selatan, yang dikelola oleh Taiwan. Aksi ini dilakukan dalam konteks ketegangan yang terus memburuk sejak pekan lalu, ketika kapal nelayan China disemprot air oleh petugas Taiwan di wilayah Pratas. Insiden tersebut memicu respons tegas dari Taipei, yang menyatakan bahwa aktivitas tersebut merupakan bentuk provokasi yang mengancam stabilitas regional.
Sejak Minggu, Taipei melaporkan dua kali pendekatan kapal penjaga pantai China ke wilayah Pratas. Pihak Taiwan menilai langkah tersebut sebagai upaya sistematis untuk menegaskan klaim yurisdiksi tanpa dasar hukum internasional. Dalam pernyataan resmi, pejabat Beijing menegaskan bahwa semua operasi di perairan tersebut dilakukan sesuai hukum nasional dan bertujuan melindungi keselamatan navigasi serta kepentingan warga di kedua sisi Selat Taiwan.
Pihak Beijing tetap bersikeras bahwa Kepulauan Pratas dan perairan sekitarnya merupakan bagian dari wilayahnya, dengan menekankan kedaulatan yang tidak terbantahkan. Pernyataan itu ditegaskan oleh juru bicara Kantor Urusan Taiwan di China, yang menyebut bahwa tindakan penjaga pantai merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang sah. Di sisi lain, Taiwan menolak segala klaim teritorial dari Beijing dan menegaskan bahwa keputusan masa depan pulau itu hanya bisa ditentukan oleh rakyat Taiwan sendiri.
Para pakar keamanan menyebut bahwa posisi geografis Pratas, yang berjarak lebih dari 400 kilometer dari Taiwan dan terletak di antara wilayah selatan Taiwan dan Hong Kong, membuatnya menjadi target strategis dalam konteks militer. Kekuatan militer China telah beroperasi di sekitar wilayah Taiwan hampir setiap hari, dengan penggunaan kapal penjaga pantai sebagai alat utama untuk memperkuat klaim yurisdiksi secara perlahan. Kepala Dewan Urusan Daratan Taiwan menilai bahwa taktik ini merupakan bagian dari strategi provokatif untuk menciptakan fakta de facto sebelum mencapai unifikasi.
Ia juga menyatakan bahwa kemungkinan kebijakan Beijing akan menjadi lebih agresif jika Xi Jinping kembali menjabat untuk masa jabatan keempat. Menurut Chiu Chui-cheng, upaya menciptakan ilusi kedaulatan melalui patroli berulang di wilayah yang tidak berpenghuni itu merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendekati tujuan penyatuan nasional. Taiwan menekankan kembali bahwa keberadaan militer dan diplomasi harus tetap berbasis pada prinsip kedaulatan dan kebebasan rakyat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

