Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Tegaskan Aturan Harga Mobil Listrik Ekspor

Pemerintah China menerbitkan aturan baru untuk kendalikan ekspor mobil listrik, larang perang harga ekstrem demi jaga keberlanjutan industri dan stabilitas pasar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 21.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
China Tegaskan Aturan Harga Mobil Listrik Ekspor
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah China resmi mengeluarkan pedoman baru bagi produsen mobil listrik nasional mulai 1 September, menekankan perlunya penghentian praktik persaingan tidak sehat di pasar ekspor. Aturan yang terdiri dari 20 poin ini bertujuan mencegah penurunan harga yang berlebihan, yang dinilai telah merusak margin keuntungan dalam negeri dan mengancam keseimbangan pasar global. Dokumen tersebut menekankan pentingnya penetapan harga berdasarkan biaya produksi dan kondisi pasar, bukan sekadar alat untuk mendominasi pasar secara agresif.

Produsen mobil listrik diwajibkan menjaga stabilitas harga, melarang perubahan harga secara tiba-tiba atau ekstrem yang dapat merugikan konsumen dan merusak reputasi merek. Selain itu, perusahaan diminta menghormati otoritas penentu harga oleh dealer lokal di negara tujuan ekspor. Aturan juga menekankan kewajiban transparansi dalam pemasaran, ketaatan terhadap regulasi antimonopoli dan antikorupsi, serta peningkatan standar keselamatan operasional di fasilitas produksi luar negeri.

Penerapan aturan ini menyusul lonjakan ekspor kendaraan listrik China yang mencapai 8,32 juta unit ke lebih dari 200 negara pada tahun 2025. Skala ekspansi yang pesat memicu kekhawatiran di berbagai pasar, termasuk Thailand, di mana diler BYD sempat diperiksa akibat keluhan terkait strategi penetapan harga yang agresif. Di dalam negeri, kondisi pasar juga memburuk akibat perang harga berkepanjangan, yang menyebabkan penurunan distribusi kendaraan listrik sebesar 13 persen pada paruh pertama 2026 dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Lembaga konsultan AlixPartners memperkirakan bahwa hanya tujuh dari sekitar 30 merek mobil listrik di China yang akan mampu mencatatkan keuntungan pada 2030, menurut data dari Automotive World. Meski aturan telah diterbitkan, otoritas belum mengumumkan detail sanksi atau mekanisme penegakan hukum bagi pelanggar. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi untuk transformasi industri yang lebih berkelanjutan dan sehat, baik di dalam maupun luar negeri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya