Cina Ungguli AS dalam Pandangan Global untuk Pertama Kali dalam 20 Tahun
Survei global menunjukkan Cina kini dinilai lebih positif daripada AS di 25 dari 36 negara, perubahan signifikan yang dipicu oleh kebijakan luar negeri AS yang kontroversial.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Pandangan publik global terhadap dua kekuatan super, Amerika Serikat dan Tiongkok, mengalami pergeseran dramatis dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Pew Research Center. Untuk pertama kalinya dalam dua dekade, lebih banyak responden di 25 negara dan wilayah menyatakan memiliki persepsi positif terhadap Tiongkok dibandingkan Amerika Serikat. Perubahan ini terjadi pada periode Februari hingga Mei 2026, saat ketegangan geopolitik meningkat akibat serangan militer AS terhadap Iran dan kebijakan eksternal yang menimbulkan ketegangan dengan sekutu tradisional.
Dalam survei yang melibatkan lebih dari 42.000 responden dari 35 negara serta wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur, tingkat kepercayaan terhadap pemimpin Tiongkok Xi Jinping juga unggul dibandingkan Presiden AS Donald Trump di 22 wilayah. Di negara-negara seperti Kanada, Prancis, Jerman, dan Inggris, opini publik terhadap Tiongkok meningkat secara signifikan, sementara kepercayaan terhadap AS menurun. Di Kanada, misalnya, persentase warga yang memandang AS secara positif turun dari 57 persen pada 2023 menjadi 33 persen, sementara pandangan terhadap Tiongkok naik dari 14 persen menjadi 44 persen.
Peneliti Pew, Laura Silver, menyebut perubahan ini sebagai fenomena langka dan bersejarah. Ia menekankan bahwa sebelumnya, AS selalu berada di posisi unggul dalam survei opini global. Kini, keterlibatan AS dalam konflik internasional—termasuk operasi militer di Venezuela, tuntutan terhadap Greenland, dan pendekatan terhadap krisis Gaza—telah mengurangi kredibilitasnya di mata masyarakat global. Di sisi lain, Tiongkok dinilai lebih stabil, konsisten, dan lebih bersikap sebagai mitra yang dapat diandalkan dalam isu perdamaian dan stabilitas.
Meskipun Tiongkok memperoleh keunggulan dalam persepsi publik, kepercayaan terhadap kedua pemimpin tetap rendah di banyak negara. Di sisi lain, hanya enam negara yang tetap memandang AS lebih positif dibandingkan Tiongkok: Israel, Jepang, India, Korea Selatan, Filipina, dan Polandia. Namun, bahkan di negara-negara ini, tingkat dukungan terhadap AS mengalami penurunan. Survei juga mencatat bahwa persepsi terhadap AS dalam hal penghormatan terhadap kebebasan pribadi semakin menyempit, dengan mayoritas masyarakat kini meragukan kebijakan AS dalam aspek tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

