Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Clooney Soroti Bahaya Pembungkaman di Festival Film Venesia

George Clooney menyampaikan pesan kuat tentang kebebasan berekspresi dalam pidato penerimaan penghargaan kehormatan di Venice Film Festival 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 08.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Clooney Soroti Bahaya Pembungkaman di Festival Film Venesia
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada malam pembukaan Venice Film Festival 2026, George Clooney menerima penghargaan Golden Lion for Lifetime Achievement dalam upacara yang penuh makna. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa kekuasaan dan dominasi ekonomi kini sering digunakan untuk menciptakan ketakutan di tengah masyarakat. Ia menyoroti bagaimana para pemegang kekuasaan dan konglomerat justru memilih membatasi ruang kebebasan berpendapat, terutama terhadap kalangan kreatif dan jurnalis.

Clooney menegaskan bahwa pihak pertama yang menjadi sasaran pembungkaman bukanlah tokoh politik, melainkan mereka yang berani bertanya, mencipta, dan menolak narasi yang sederhana. Ia menyebut seniman, penulis, aktor, musisi, dan pembuat film sebagai garda terdepan dalam menjaga keberanian berempati terhadap sesama manusia, bahkan yang belum pernah dikenal secara langsung. Menurutnya, karya-karya kreatif justru menjadi benteng terhadap kebencian dan diskriminasi.

Ia menekankan bahwa meski film tidak bisa langsung menghentikan perang, mengatasi inflasi, atau mengubah hasil pemilu, ia memiliki kekuatan mendalam: mengingatkan bahwa orang asing bukanlah musuh, melainkan manusia yang juga punya kisah dan pahlawan dalam hidupnya sendiri. Dengan duduk bersama dalam kegelapan layar, manusia bisa belajar peduli pada yang tak dikenal, sebuah bentuk empati yang menjadi pondasi kemanusiaan.

Clooney juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga dan rekan-rekannya, termasuk istri tercintanya, Amal Clooney. Ia menutup pidato dengan humor ringan, mengenang aktingnya dalam film *Batman & Robin* (1997), menyebut anak-anaknya satu-satunya yang menganggap aktingnya layak, dan memperingatkan agar mereka tidak menonton film tersebut hingga selesai karena menurutnya sangat buruk.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya