Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Percepat Pembangunan Fasilitas Sampah Jadi Energi di 17 Kota

Danantara menargetkan 15 hingga 17 kota besar di Indonesia memiliki fasilitas pengolahan sampah menjadi energi pada akhir 2028 hingga pertengahan 2029.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 23.22 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 55x dibuka
Danantara Percepat Pembangunan Fasilitas Sampah Jadi Energi di 17 Kota📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Danantara Investment Management (DIM) menetapkan target pencapaian pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy/WtE) di 15 hingga 17 kota utama Indonesia pada akhir 2028 hingga pertengahan 2029. Target ini disampaikan oleh Managing Director Investment DIM, Stefanus Ade Hadiwidjaja, dalam acara Coffee Morning Session di Jakarta. Ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek di kota-kota besar tersebut diharapkan mampu menyelesaikan krisis sampah yang selama ini menjadi tantangan serius di sejumlah wilayah urban.

Saat ini, tiga proyek WtE telah memasuki tahap pembangunan fisik, sementara delapan kota lainnya masih dalam proses studi kelayakan. Stefanus menyampaikan harapan agar penyelesaian studi kelayakan dapat segera rampung, sehingga dapat segera memasuki tahap keputusan investasi akhir. Ia menyebut potensi penandatanganan kerja sama akan terbuka lebar dalam ajang The New Asia Forum yang akan digelar di Bali pada Desember 2026, sebagai momen strategis untuk mempercepat eksekusi proyek.

Selain delapan kota yang sedang dalam studi kelayakan, Danantara juga mempersiapkan pengembangan fasilitas WtE di empat kota tambahan, dengan rencana memasuki tahap tender dalam waktu dekat. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi masalah sampah secara terpadu sekaligus memanfaatkan limbah sebagai sumber energi terbarukan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait menjadi fondasi utama dalam setiap tahap pelaksanaan proyek.

Sebagai katalis penggerak, Danantara berperan dalam menyatukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk investor, penyedia teknologi, dan lembaga pembiayaan. Dalam pembiayaan, telah dipilih 34 lembaga keuangan dari 48 pendaftar yang lolos seleksi, yang akan menjadi panel pemberi pinjaman resmi. Sebanyak lebih dari separuh lembaga tersebut merupakan institusi global, seperti bank dari Prancis, China, Singapura, Jepang, serta bank pembangunan multilateral dan swasta nasional. Penyatuan pihak-pihak ini diharapkan memperluas akses pendanaan dan mempercepat realisasi proyek di berbagai daerah.

Jika semua target tercapai, jangkauan proyek WtE akan meluas tidak hanya ke kota-kota besar, tetapi juga mencakup wilayah kabupaten yang turut terlibat, sehingga total daerah yang terdampak dapat mencapai lebih dari 30 wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Danantara dalam mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah berkelanjutan dan berbasis energi di Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya