Danantara Siap Perkuat Investasi di BUMN Saat IHSG Melemah
Danantara Indonesia menyatakan kesiapan masuk ke pasar modal Indonesia di tengah penurunan IHSG, melihat peluang jangka panjang di sektor BUMN yang valuasinya rendah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 21.10 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 58x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pasar modal Indonesia yang mengalami tekanan pada Jumat (16/10/2026) justru dipandang sebagai momen strategis oleh Danantara Indonesia untuk memperluas kehadiran investasinya. CEO perusahaan, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mencerminkan kualitas fundamental perusahaan, terutama emiten BUMN, yang tetap solid secara operasional dan keuangan. Ia menyebut kondisi saat ini sebagai kesempatan untuk memperkuat portofolio jangka panjang.
Menurut Rosan, valuasi saham sejumlah perusahaan BUMN kini berada di level yang rendah, bahkan di bawah nilai buku, yang menunjukkan potensi pertumbuhan signifikan di masa depan. Ia menekankan bahwa pendekatan Danantara bukan spekulatif, melainkan berbasis analisis mendalam terhadap kinerja fundamental perusahaan, termasuk sektor perbankan, infrastruktur, dan telekomunikasi yang dinilai memiliki prospek kuat.
Perusahaan juga menyambut positif langkah OJK dan Bursa Efek Indonesia dalam mendorong reformasi pasar modal. Menurut Rosan, kebijakan tersebut menciptakan lingkungan investasi yang lebih transparan dan berkelanjutan, yang mendukung keberlanjutan strategi jangka panjang Danantara. Ia menilai bahwa fluktuasi pasar saat ini sebagian besar dipengaruhi oleh faktor teknikal dan persepsi pasar, bukan kondisi riil perusahaan.
Dengan memanfaatkan ekosistem investasi yang telah dibangun, Danantara siap mengalokasikan dana untuk memperkuat posisi di emiten unggulan. Pihaknya menilai bahwa perusahaan yang telah go public memiliki akses lebih baik terhadap sumber daya, inovasi, dan pertumbuhan bisnis jangka panjang. Keputusan masuk ke pasar saham bukan hanya respons terhadap tren turun, tetapi bagian dari rencana strategis yang telah dipetakan sebelumnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

