Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Siap Perkuat Investasi di BUMN Saat IHSG Melemah

Danantara Indonesia menyatakan kesiapan masuk ke pasar modal Indonesia di tengah penurunan IHSG, melihat peluang jangka panjang di sektor BUMN yang valuasinya rendah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 21.10 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 58x dibuka
Danantara Siap Perkuat Investasi di BUMN Saat IHSG Melemah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar modal Indonesia yang mengalami tekanan pada Jumat (16/10/2026) justru dipandang sebagai momen strategis oleh Danantara Indonesia untuk memperluas kehadiran investasinya. CEO perusahaan, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mencerminkan kualitas fundamental perusahaan, terutama emiten BUMN, yang tetap solid secara operasional dan keuangan. Ia menyebut kondisi saat ini sebagai kesempatan untuk memperkuat portofolio jangka panjang.

Menurut Rosan, valuasi saham sejumlah perusahaan BUMN kini berada di level yang rendah, bahkan di bawah nilai buku, yang menunjukkan potensi pertumbuhan signifikan di masa depan. Ia menekankan bahwa pendekatan Danantara bukan spekulatif, melainkan berbasis analisis mendalam terhadap kinerja fundamental perusahaan, termasuk sektor perbankan, infrastruktur, dan telekomunikasi yang dinilai memiliki prospek kuat.

Perusahaan juga menyambut positif langkah OJK dan Bursa Efek Indonesia dalam mendorong reformasi pasar modal. Menurut Rosan, kebijakan tersebut menciptakan lingkungan investasi yang lebih transparan dan berkelanjutan, yang mendukung keberlanjutan strategi jangka panjang Danantara. Ia menilai bahwa fluktuasi pasar saat ini sebagian besar dipengaruhi oleh faktor teknikal dan persepsi pasar, bukan kondisi riil perusahaan.

Dengan memanfaatkan ekosistem investasi yang telah dibangun, Danantara siap mengalokasikan dana untuk memperkuat posisi di emiten unggulan. Pihaknya menilai bahwa perusahaan yang telah go public memiliki akses lebih baik terhadap sumber daya, inovasi, dan pertumbuhan bisnis jangka panjang. Keputusan masuk ke pasar saham bukan hanya respons terhadap tren turun, tetapi bagian dari rencana strategis yang telah dipetakan sebelumnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya