Insentif Padat Karya Harus Fokus pada Kelas Menengah
Ekonom menekankan perlunya prioritas insentif pemerintah untuk sektor padat karya demi menjaga daya beli dan stabilitas kelas menengah di tengah perlambatan pertumbuhan pendapatan riil.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah diminta memprioritaskan pemberian insentif kepada sektor usaha yang memiliki kapasitas menyerap tenaga kerja secara besar-besaran, terutama untuk menjaga kesejahteraan masyarakat kelas menengah. Menurut Kepala Ekonom PT Permata Bank Tbk, kondisi ekonomi pasca-pandemi menunjukkan perlambatan pertumbuhan pendapatan riil, yang kini berada di bawah 5 persen, jauh dari level sebelum krisis yang sempat melampaui 5 persen. Hal ini menandakan perlunya kebijakan yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Pola investasi yang cenderung mengalir ke sektor padat modal dan jasa dinilai kurang efektif dalam menciptakan lapangan kerja. Sejumlah sektor tersebut, meski mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara kuantitatif, tidak selalu berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Dengan demikian, insentif pemerintah harus diprioritaskan pada sektor yang mampu menopang penciptaan lapangan kerja, guna mencegah masyarakat kelas menengah terdorong turun ke kelompok rentan miskin.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027 diperkirakan berada di kisaran 5,2 hingga 5,3 persen, menunjukkan ketahanan fondasi ekonomi meski menghadapi tantangan global. Namun, stabilitas inflasi yang tetap terkendali di sekitar 3 persen, serta nilai tukar rupiah yang diperkirakan berada di kisaran Rp17.800 hingga Rp18.000 per dolar AS, menjadi faktor krusial yang harus terus dipantau. Pergerakan nilai tukar dan biaya pembiayaan berpotensi memengaruhi ekonomi domestik secara keseluruhan.
Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Oktober 2026, dengan penyesuaian pada deposit facility sebesar 5 persen dan lending facility sebesar 6,5 persen. Proyeksi suku bunga acuan hingga akhir 2027 diperkirakan berada di kisaran 6 persen, membuka kemungkinan kembali mengetatkan kebijakan moneter jika inflasi atau nilai tukar rupiah mengalami tekanan. Kebijakan ini harus seimbang antara menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

