Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Daya Beli Masyarakat Kokoh, Didukung Pertumbuhan Konsumsi Digital

Kenaikan pendapatan emiten konsumer dan lonjakan transaksi QRIS menjadi bukti kuat daya beli masyarakat tetap stabil di kuartal ketiga 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 12.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
Daya Beli Masyarakat Kokoh, Didukung Pertumbuhan Konsumsi Digital📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kinerja sektor konsumer di kuartal ketiga tahun 2026 menunjukkan tren positif, dengan perkiraan kenaikan laba perusahaan hampir 6 persen. Pernyataan ini disampaikan oleh pejabat pemerintah yang menekankan bahwa indikator tersebut mencerminkan kekuatan daya beli masyarakat yang tetap stabil, meski berada dalam lingkungan ekonomi global yang dinamis.

Peningkatan pendapatan emiten konsumer, menurutnya, tidak terlepas dari aktivitas konsumsi yang masih tinggi, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Ia menegaskan bahwa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mendukung klaim tersebut, meskipun tidak semua informasi bisa dipublikasikan secara luas.

Salah satu indikator utama yang disoroti adalah pertumbuhan signifikan dalam sektor transportasi dan pariwisata, yang menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat yang aktif. Selain itu, terjadi pergeseran pola belanja yang mencolok, terutama dari konvensional ke digital. Transaksi berbasis QRIS melonjak lebih dari 100 persen, menandai transformasi digital dalam kebiasaan konsumsi.

Peningkatan transaksi online, termasuk di platform e-commerce, juga menjadi bukti nyata bahwa konsumsi masyarakat tidak menurun, melainkan berubah bentuk. Menurut pejabat tersebut, pergeseran ini bukan tanda melemahnya daya beli, melainkan adaptasi terhadap perubahan teknologi dan preferensi konsumen.

Kebijakan yang mendukung digitalisasi dan inklusi keuangan dinilai menjadi pendorong utama dari tren ini. Dengan kondisi ekonomi domestik yang kokoh, kenaikan konsumsi di berbagai sektor menjadi indikator kuat bahwa masyarakat tetap memiliki kemampuan belanja yang stabil di tengah tekanan eksternal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya