Daya Beli Masyarakat Kokoh, Didukung Pertumbuhan Konsumsi Digital
Kenaikan pendapatan emiten konsumer dan lonjakan transaksi QRIS menjadi bukti kuat daya beli masyarakat tetap stabil di kuartal ketiga 2026.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 12.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kinerja sektor konsumer di kuartal ketiga tahun 2026 menunjukkan tren positif, dengan perkiraan kenaikan laba perusahaan hampir 6 persen. Pernyataan ini disampaikan oleh pejabat pemerintah yang menekankan bahwa indikator tersebut mencerminkan kekuatan daya beli masyarakat yang tetap stabil, meski berada dalam lingkungan ekonomi global yang dinamis.
Peningkatan pendapatan emiten konsumer, menurutnya, tidak terlepas dari aktivitas konsumsi yang masih tinggi, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Ia menegaskan bahwa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mendukung klaim tersebut, meskipun tidak semua informasi bisa dipublikasikan secara luas.
Salah satu indikator utama yang disoroti adalah pertumbuhan signifikan dalam sektor transportasi dan pariwisata, yang menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat yang aktif. Selain itu, terjadi pergeseran pola belanja yang mencolok, terutama dari konvensional ke digital. Transaksi berbasis QRIS melonjak lebih dari 100 persen, menandai transformasi digital dalam kebiasaan konsumsi.
Peningkatan transaksi online, termasuk di platform e-commerce, juga menjadi bukti nyata bahwa konsumsi masyarakat tidak menurun, melainkan berubah bentuk. Menurut pejabat tersebut, pergeseran ini bukan tanda melemahnya daya beli, melainkan adaptasi terhadap perubahan teknologi dan preferensi konsumen.
Kebijakan yang mendukung digitalisasi dan inklusi keuangan dinilai menjadi pendorong utama dari tren ini. Dengan kondisi ekonomi domestik yang kokoh, kenaikan konsumsi di berbagai sektor menjadi indikator kuat bahwa masyarakat tetap memiliki kemampuan belanja yang stabil di tengah tekanan eksternal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

