Desil Bukan Penentu Langsung Penerima Bantuan Sosial
Desil bukan ukuran mutlak kelayakan penerima bantuan, melainkan alat pemeringkatan relatif kesejahteraan yang digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan prioritas.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.28 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Desil dalam sistem data sosial nasional bukan menjadi dasar tunggal untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan pemerintah. Menurut pakar statistik, desil merupakan hasil pengelompokan relatif dari kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang dicatat dalam social registry, bukan daftar penerima manfaat langsung. Proses ini dilakukan melalui data terpadu yang dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk DTKS, P3KE, dan Regsosek, lalu diperkaya dengan informasi administratif dan sinkronisasi data kependudukan dari Dirjen Dukcapil.
Pengelompokan berdasarkan desil dilakukan dengan metode Proxy Means Test (PMT) yang menganalisis berbagai aspek kehidupan, seperti akses air bersih, sumber energi memasak, kepemilikan aset, konsumsi listrik, tingkat pendidikan, kondisi kesehatan, dan status disabilitas. Hasilnya adalah peringkat relatif dari masyarakat secara nasional, yang dibagi menjadi 10 kelompok—dari desil 1 (terendah) hingga desil 10 (tertinggi). Namun, peringkat ini tidak menunjukkan besaran penghasilan atau status kaya/miskin secara eksplisit.
Perubahan posisi desil dapat terjadi meski kondisi ekonomi individu tidak berubah, karena peringkat dinilai secara nasional dan dinamis. Misalnya, jika terjadi bencana yang menurunkan kesejahteraan banyak keluarga, maka peringkat desil individu bisa naik secara relatif. Data DTSEN diperbarui empat kali setahun, dengan Volume 3 mengalami perubahan signifikan akibat integrasi sekitar 12 juta data baru dari BKKBN, yang menyebabkan dinamika perubahan desil yang menarik perhatian publik.
Pemerintah menegaskan bahwa desil hanya salah satu pertimbangan dalam penentuan prioritas penerima bantuan. Setiap program memiliki kriteria khusus, seperti syarat status PNS untuk PKH, sehingga keberadaan desil 1–4 tidak otomatis menjamin penerimaan. Jumlah bantuan tetap stabil atau bahkan meningkat, namun alokasi terbatas pada kuota yang tersedia. Masyarakat yang merasa data tidak akurat dapat mengajukan koreksi melalui desa/kelurahan, operator SIKS-NG, atau aplikasi Cek Bansos, serta layanan digital dan call center resmi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Tim Jibom Brimob Polda Babel melakukan sterilisasi lokasi ledakan di penampungan besi tua di Belitung untuk memastikan tidak ada ancaman susulan dan mengungkap penyebab kejadian.
25 Oktober 2026

Houthi Lancarkan Serangan Berulang ke Kota Suci, Pemimpin Masjidil Haram Kecam Keras
Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mengecam keras serangan rudal dan drone Houthi terhadap Makkah dan Madinah, menyatakan pelanggaran terhadap kesucian tempat suci dan norma kemanusiaan internasional.
25 Oktober 2026

NASA Soroti Lonjakan Kebakaran di Papua dan Kalimantan
NASA mencatat kebakaran hutan dan lahan di Papua serta Kalimantan mencapai level tertinggi sepanjang 2026, didorong El Niño dan aktivitas manusia, dengan emisi karbon melampaui rekor sebelumnya.
25 Oktober 2026

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

