Destry Damayanti Resmi Jabat Gubernur BI dengan Fokus Sinergi dan Stabilitas
Destry Damayanti dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031 dengan komitmen menjalankan kebijakan berbasis prinsip 3I + S untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 21.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Destry Damayanti secara resmi mengemban amanah sebagai Gubernur Bank Indonesia setelah mengucapkan sumpah jabatan di Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, pada Rabu (2/9). Ia menjabat selama lima tahun hingga 2031, menggantikan posisi sebelumnya yang ditempati oleh pejabat sebelumnya. Bersamaannya, Aida S. Budiman dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior, sementara Solikin M. Juhro menempati posisi Deputi Gubernur. Pelantikan ini menandai awal kepemimpinan baru yang diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi domestik dan global.
Dalam pernyataannya usai pelantikan, Destry menekankan pentingnya menjalankan kebijakan moneter yang berdampak luas, inklusif, dan terintegrasi—tiga prinsip utama yang dirangkai dalam konsep 3I. Ketiga elemen ini akan diperkuat dengan prinsip sinergi merah putih, yang menjadi fondasi kerja sama lintas institusi. Ia menegaskan bahwa sinergi erat dengan kementerian, lembaga negara, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Stabilitas menjadi fondasi utama dalam kebijakan yang akan dijalankan BI di bawah kepemimpinannya. Destry menekankan bahwa kondisi ekonomi yang stabil akan membuka ruang lebih lebar bagi investasi, pertumbuhan sektor riil, serta penciptaan lapangan kerja. Dalam hal ini, bank sentral akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadapi isu-isu domestik seperti inflasi, yang tetap menjadi prioritas utama.
Dengan berlandaskan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), BI kini memiliki mandat lebih luas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif. Destry menyoroti bahwa tantangan eksternal seperti tingginya imbal hasil obligasi global, inflasi global, dan suku bunga acuan tinggi di negara maju tetap menjadi perhatian strategis. Ia menyatakan bahwa BI akan secara aktif memantau dan mengantisipasi dampaknya terhadap stabilitas nilai tukar dan kebijakan moneter domestik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Jual Bersih Rp664 Miliar, Tekanan Jatuhkan IHSG
Investor asing mencatat aksi jual bersih Rp664,34 miliar pada sesi I perdagangan, didorong pelemahan saham emiten tambang dan tekanan geopolitik global.
14 September 2026

Purbaya Dorong Optimalisasi Dana Daerah, Jangan Hanya Simpan di Bank
Menteri Keuangan meminta pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan dana, bukan hanya menaruhnya di bank, demi pertumbuhan ekonomi yang lebih efektif.
14 September 2026

Menteri Keuangan Bantah Isu Pengalihan Payroll dari BPD ke Himbara
Menteri Keuangan menegaskan tidak ada kebijakan pengalihan penggajian ASN dari BPD ke Himbara, menanggapi teguran Mendagri akibat isu yang menyebar tanpa dasar.
14 September 2026

Penguatan Ekosistem Otomotif Indonesia di Tengah Tantangan Global
Forum diskusi bersama pelaku industri dan pemerintah membahas strategi memperkuat sektor otomotif nasional, khususnya kendaraan listrik dan ketahanan rantai pasok di tengah disrupsi global.
14 September 2026
Berita Lainnya

Hak Penumpang Saat Penerbangan Dibatalkan atau Terlambat
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

BAIC Perluas Jaringan Dealer di Jakarta dan Wilayah Lain
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

Sistem Ganjil-Genap BBM Subsidi Diberlakukan di Sulsel
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Penjualan Motor Nasional Turun Agustus, Industri Tetap Optimistis
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Motor dengan Tangki BBM Besar untuk Perjalanan Jauh
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Platform Digital yang Melanggar PP Tunas Siap Denda hingga Diblokir
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

7.000 Kawasan Kumuh Masih Jadi Tantangan, AHY Soroti Penanganan Bertahap
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

Cadangan Devisa RI Siap Tembus Rp147,5 Triliun
Senin, 14 September 2026, 15.36 WITA


