Destry Resmi Pimpin BI, Hadapi Tantangan Stabilitas dan Pertumbuhan
Destry Damayanti ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031, dihadapkan pada tantangan menjaga stabilitas ekonomi sambil mendukung pertumbuhan 5,2–6% tanpa mengorbankan independensi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 09.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dewan Perwakilan Rakyat secara resmi mengesahkan Destry Damayanti sebagai pemimpin Bank Indonesia untuk masa jabatan 2026 hingga 2031, setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI. Keputusan ini disahkan dalam rapat paripurna pada Selasa (1/9), menandai pergantian kepemimpinan dari Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada 25 Juli 2026. Sebelumnya, Destry menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019, dengan rekam jejak di bidang kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan.
Tantangan utama yang menanti sang gubernur baru adalah menyeimbangkan tekanan eksternal, inflasi, nilai tukar rupiah, serta kesehatan fiskal, sambil mendukung target pertumbuhan ekonomi tahun 2027 sebesar 5,2–6 persen. Pengamat Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menekankan bahwa keberhasilan Destry bukan terletak pada memilih antara pertumbuhan dan stabilitas, melainkan pada pengelolaan urutan kebijakan yang konsisten. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap investasi dan likuiditas harus tetap berada dalam koridor stabilitas harga, nilai tukar, dan sistem keuangan.
Menurut Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet, tantangan terbesar bukan hanya teknis, tetapi membangun kembali kepercayaan pasar pasca-pergantian kepemimpinan di tengah periode berjalan. Ia menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang transparan agar pasar tidak meragukan konsistensi respons BI. Dengan BI Rate yang tetap di level 5,75 persen sejak kenaikan 100 basis poin pada Mei–Juni, ruang penurunan suku bunga terbatas, terutama di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.
Selain itu, Manilet memperingatkan bahwa keberadaan likuiditas yang melimpah belum tentu menggerakkan kredit ke sektor riil. Ia menyoroti adanya kendala transmisi kebijakan, yang menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada jumlah likuiditas, melainkan pada efisiensi distribusi kredit. Diperlukan pendekatan makroprudensial yang tepat sasaran, terutama untuk sektor produktif, tanpa mengabaikan prinsip disiplin moneter.
Penting bagi Destry untuk menjaga sinergi yang sehat antara otoritas moneter dan fiskal, bukan subordinasi. Perbedaan kebijakan antara BI dan pemerintah wajar, asalkan dikelola melalui koordinasi yang sistematis, seperti dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Dengan begitu, kebijakan dapat diselaraskan tanpa mengurangi kemandirian bank sentral.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

