Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

DiCaprio Soroti Krisis Kebakaran Hutan di Tengah Ancaman Spesies Langka

Aktor dan aktivis lingkungan Leonardo DiCaprio memperhatikan dampak kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra, menyoroti kerusakan ekosistem dan ancaman terhadap orangutan serta owa ungko.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 09.09 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
DiCaprio Soroti Krisis Kebakaran Hutan di Tengah Ancaman Spesies Langka📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Leonardo DiCaprio kembali mengangkat isu kebakaran hutan yang melanda wilayah Kalimantan dan Sumatra melalui platform media sosialnya, menekankan kerentanan ekosistem akibat perubahan iklim dan praktik pembukaan lahan manusia. Ia menyampaikan bahwa lebih dari 800 ribu hektare hutan, setara dengan 2 juta are, telah hangus terbakar, mengancam keberlangsungan habitat alami satwa liar. Dalam unggahannya, DiCaprio menekankan bahwa kebakaran yang sering dipicu oleh aktivitas manusia justru memperparah krisis iklim, terutama ketika lahan gambut yang kaya karbon terbakar.

Ia menggambarkan kondisi kritis yang dialami satwa endemik, khususnya orangutan Kalimantan dan owa ungko Kalimantan, yang kehilangan tempat tinggal dan kesulitan melarikan diri saat api menjalar. Orangutan yang terdampak telah diselamatkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama BOS Foundation, dan kini menjalani perawatan medis. Sementara owa ungko, yang hidup sebagian besar di pohon, menghadapi risiko tinggi karena tidak memiliki ruang untuk berlindung saat kebakaran melanda.

DiCaprio juga mengajak publik untuk turut serta dalam upaya pemadaman dan pemulihan lingkungan dengan mendukung Re:wild, organisasi konservasi nirlaba yang ia dirikan. Melalui platform tersebut, ia menekankan pentingnya dukungan finansial untuk memperkuat respons lapangan, melindungi habitat kritis, serta mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap spesies langka. Dukungan donasi, menurutnya, menjadi kunci dalam menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh tim di garis depan.

Berdasarkan data terkini dari Dashboard Informasi Penanganan Karhutla milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada 6 Oktober 2026 masih tercatat 10.195 titik panas dan 219 titik api aktif di enam provinsi, termasuk Riau, Jambi, Sumatera Selatan, serta tiga wilayah di Kalimantan. Ancaman asap dari kebakaran juga telah memengaruhi lebih dari lima juta orang, menambah kompleksitas krisis lingkungan yang kini membutuhkan respons kolektif dan tindakan segera.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Steve Vail Kembali ke Dunia Bayangan
Nasional

Steve Vail Kembali ke Dunia Bayangan

Mantan agen CIA, Steve Vail, dipaksa kembali terlibat dalam misi berbahaya saat tiga jurnalis tewas secara misterius, termasuk kritikus tajam terhadap intelijen AS.

8 Oktober 2026

Berita Lainnya