Swasta Diperkuat, Hambatan Investasi Diselesaikan Langsung
Pemerintah fokus atasi bottleneck yang menghambat investasi swasta dan perluas akses ekonomi rakyat melalui pendampingan dan kebijakan terintegrasi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mempercepat penyelesaian berbagai kendala struktural yang menghambat pertumbuhan sektor swasta, termasuk perizinan yang rumit, ketidakselarasan kebijakan, dan koordinasi antarlembaga yang belum optimal. Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyatakan bahwa langkah strategis sedang dilakukan untuk mengurangi hambatan tersebut secara langsung, dengan turut serta membantu Menko Airlangga Hartarto menangani persoalan yang selama ini menghambat operasional dan ekspansi bisnis.
Identifikasi terhadap sektor-sektor yang paling terdampak telah dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi swasta terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Fokus utama diberikan pada sektor pariwisata dan industri pengolahan, yang dianggap memiliki potensi tinggi dalam menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja. Pemerintah akan memanfaatkan berbagai instrumen kebijakan, mulai dari stimulus, standarisasi prosedur, hingga penguatan data statistik untuk mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Di samping itu, Dradjad menekankan pentingnya penguatan ekonomi rakyat, khususnya bagi masyarakat di desil rendah dan menengah. Upaya pemberdayaan tidak hanya berupa penyaluran kredit murah, tetapi juga melibatkan pendampingan teknis dan pengembangan usaha kelompok yang berkelanjutan. Program Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS) menjadi salah satu instrumen utama yang akan diperluas untuk meningkatkan akses pembiayaan dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Pendekatan yang diterapkan mencakup juga aspek non-teknis, termasuk penyelesaian hambatan yang bersifat politis dan membutuhkan koordinasi lintas sektor. Dradjad menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah, penguatan swasta, dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan dan sejalan dengan target pembangunan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Stimulus Tiket Pesawat Nataru 2026–2027
Pemerintah kembali akan memberikan insentif pajak berupa pembebasan PPN DTP untuk menekan harga tiket pesawat pada periode Natal dan Tahun Baru 2026–2027.
8 Oktober 2026

Pembebasan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Dorong Efisiensi Operasional
Pemerintah berikan insentif bea masuk 0% untuk suku cadang pesawat, berdampak langsung pada penghematan operasional maskapai hingga Rp640 miliar dan industri MRO Rp431 miliar pada 2025.
8 Oktober 2026

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham POLA dan CSMI
Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham POLA dan CSMI untuk menstabilkan pasar dan melindungi investor dari volatilitas tinggi.
8 Oktober 2026

Investasi Rp3,6 Triliun ke Migas AS, ENRG Perluas Portofolio Global
PT Energi Mega Persada menanamkan Rp3,6 triliun melalui pembelian saham preferen konversi di perusahaan migas AS, HighPeak Energy, sebagai bagian dari strategi ekspansi internasional.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Trump Sambut Kerja Sama Militer Turki-Pakistan untuk Arab Saudi
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA

UU Perlindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Larangan Tahan Ijazah Jadi Sorotan
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA

Jaguar Meluncurkan Type 01, Mobil Listrik Mewah dengan Jarak Tempuh 724 Km
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Harga LPG Subsidi 3 Kg Tetap Stabil di Oktober 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Dana Haji Tetap Stabil, BPKH Tegaskan Tidak Akan Habis 2027
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Cadangan Devisa Indonesia Tetap Terjaga di Angka US$146,3 Miliar
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

IHSG Melemah di Sesi I, BYAN Jadi Penekan Utama
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.16 WITA

Pertumbuhan Uang Primer Turun di September 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.16 WITA

