Investasi Rp3,6 Triliun ke Migas AS, ENRG Perluas Portofolio Global
PT Energi Mega Persada menanamkan Rp3,6 triliun melalui pembelian saham preferen konversi di perusahaan migas AS, HighPeak Energy, sebagai bagian dari strategi ekspansi internasional.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) secara resmi menyelesaikan transaksi investasi senilai US$200 juta atau setara Rp3,6 triliun di HighPeak Energy, perusahaan eksplorasi dan produksi minyak serta gas yang berbasis di Fort Worth, Texas. Transaksi ini dilakukan melalui pembelian saham preferen konversi yang diterbitkan secara khusus oleh HighPeak, dengan mekanisme yang memungkinkan konversi ke saham biasa di masa depan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini menandai perluasan aktivitas perseroan ke pasar hulu migas global, khususnya di wilayah produksi utama Amerika Serikat.
HighPeak Energy menunjukkan kinerja stabil dengan rata-rata produksi harian mencapai 45.456 barel setara minyak per hari (BOEPD) selama periode enam bulan hingga 30 Juni 2026, terutama dari aktivitas di Midland Basin, bagian dari Permian Basin yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi minyak terbesar di dunia. Dengan basis operasional yang kuat dan pengalaman manajerial dalam sektor energi, perusahaan ini menjadi target strategis bagi ENRG dalam memperkuat portofolio aset internasional.
Manajemen ENRG menegaskan bahwa investasi ini merupakan bagian dari pendekatan terpadu dalam mencapai pertumbuhan, yang menggabungkan ekspansi organik dan akuisisi anorganik. Tujuan utamanya adalah meningkatkan produksi, mengoptimalkan aset yang sudah dimiliki, serta memperluas peluang investasi di pasar global. Dalam pernyataannya, manajemen menyatakan keyakinan bahwa kerja sama ini akan membawa nilai jangka panjang bagi pemegang saham, didukung oleh kapabilitas operasional dan keahlian teknis yang dimiliki HighPeak.
Dengan pendanaan yang berasal dari sumber internal, ENRG tetap menjaga fleksibilitas dalam alokasi modal untuk peluang reinvestasi di masa depan. Transaksi ini juga memungkinkan transfer pengetahuan dan teknologi dari sektor hulu migas Amerika Utara ke operasional perseroan di Indonesia. Sebelumnya, BPI Danantara Indonesia melalui entitas investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), juga telah menanamkan dana senilai US$250 juta di HighPeak, menunjukkan minat kolektif terhadap sektor energi strategis di kawasan tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Swasta Diperkuat, Hambatan Investasi Diselesaikan Langsung
Pemerintah fokus atasi bottleneck yang menghambat investasi swasta dan perluas akses ekonomi rakyat melalui pendampingan dan kebijakan terintegrasi.
8 Oktober 2026

Pemerintah Siapkan Stimulus Tiket Pesawat Nataru 2026–2027
Pemerintah kembali akan memberikan insentif pajak berupa pembebasan PPN DTP untuk menekan harga tiket pesawat pada periode Natal dan Tahun Baru 2026–2027.
8 Oktober 2026

Pembebasan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Dorong Efisiensi Operasional
Pemerintah berikan insentif bea masuk 0% untuk suku cadang pesawat, berdampak langsung pada penghematan operasional maskapai hingga Rp640 miliar dan industri MRO Rp431 miliar pada 2025.
8 Oktober 2026

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham POLA dan CSMI
Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham POLA dan CSMI untuk menstabilkan pasar dan melindungi investor dari volatilitas tinggi.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Trump Sambut Kerja Sama Militer Turki-Pakistan untuk Arab Saudi
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA

UU Perlindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Larangan Tahan Ijazah Jadi Sorotan
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA

Jaguar Meluncurkan Type 01, Mobil Listrik Mewah dengan Jarak Tempuh 724 Km
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Harga LPG Subsidi 3 Kg Tetap Stabil di Oktober 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Dana Haji Tetap Stabil, BPKH Tegaskan Tidak Akan Habis 2027
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Cadangan Devisa Indonesia Tetap Terjaga di Angka US$146,3 Miliar
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

IHSG Melemah di Sesi I, BYAN Jadi Penekan Utama
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.16 WITA

Pertumbuhan Uang Primer Turun di September 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.16 WITA

