Pemerintah Siapkan Stimulus Tiket Pesawat Nataru 2026–2027
Pemerintah kembali akan memberikan insentif pajak berupa pembebasan PPN DTP untuk menekan harga tiket pesawat pada periode Natal dan Tahun Baru 2026–2027.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah mempersiapkan kebijakan insentif pajak guna menekan harga tiket pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2026–2027. Langkah ini menjadi kelanjutan dari program serupa yang telah diterapkan sejak Nataru 2024–2025, dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas perjalanan udara bagi masyarakat.
Kebijakan tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah tahun 2026. Ia menyatakan bahwa stimulus akan diberlakukan dengan skema yang serupa, termasuk pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Dalam Tertentu Penumpang (DTP).
Selain pembebasan PPN DTP, beberapa komponen biaya tambahan lainnya seperti Passenger Service Charge (PSC), serta PJP 2U dan PJP 4U juga akan mendapatkan diskon. Pada periode sebelumnya, diskon terhadap komponen tersebut mencapai 10 persen, sehingga penumpang hanya membayar 5 persen dari biaya awal.
Kementerian Keuangan turut berperan dalam pelaksanaan stimulus melalui pembebasan PPN DTP sebesar 6 persen. Sementara itu, AirNav Indonesia akan memberikan fleksibilitas operasional dalam layanan navigasi udara untuk mendukung kelancaran penerbangan selama masa libur panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Swasta Diperkuat, Hambatan Investasi Diselesaikan Langsung
Pemerintah fokus atasi bottleneck yang menghambat investasi swasta dan perluas akses ekonomi rakyat melalui pendampingan dan kebijakan terintegrasi.
8 Oktober 2026

Pembebasan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Dorong Efisiensi Operasional
Pemerintah berikan insentif bea masuk 0% untuk suku cadang pesawat, berdampak langsung pada penghematan operasional maskapai hingga Rp640 miliar dan industri MRO Rp431 miliar pada 2025.
8 Oktober 2026

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham POLA dan CSMI
Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham POLA dan CSMI untuk menstabilkan pasar dan melindungi investor dari volatilitas tinggi.
8 Oktober 2026

Investasi Rp3,6 Triliun ke Migas AS, ENRG Perluas Portofolio Global
PT Energi Mega Persada menanamkan Rp3,6 triliun melalui pembelian saham preferen konversi di perusahaan migas AS, HighPeak Energy, sebagai bagian dari strategi ekspansi internasional.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Trump Sambut Kerja Sama Militer Turki-Pakistan untuk Arab Saudi
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA

UU Perlindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Larangan Tahan Ijazah Jadi Sorotan
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA

Jaguar Meluncurkan Type 01, Mobil Listrik Mewah dengan Jarak Tempuh 724 Km
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Harga LPG Subsidi 3 Kg Tetap Stabil di Oktober 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Dana Haji Tetap Stabil, BPKH Tegaskan Tidak Akan Habis 2027
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Cadangan Devisa Indonesia Tetap Terjaga di Angka US$146,3 Miliar
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

IHSG Melemah di Sesi I, BYAN Jadi Penekan Utama
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.16 WITA

Pertumbuhan Uang Primer Turun di September 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.16 WITA

