Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Biaya Pelunasan Haji 2027 Capai Rp23,2 Juta Setelah Terima Subsidi

Calon jemaah haji 2027 perlu membayar pelunasan sebesar Rp23,2 juta, setelah memperhitungkan setoran awal, subsidi pemerintah, dan saldo nilai manfaat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 23.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Biaya Pelunasan Haji 2027 Capai Rp23,2 Juta Setelah Terima Subsidi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Biaya pelunasan yang harus dibayar calon jemaah haji tahun 1448 H atau 2027 M dipatok sebesar Rp23.248.825, mengacu pada struktur pendanaan yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Angka ini merupakan hasil pengurangan dari total biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) sebesar Rp98.466.351,35, dengan kontribusi berbagai sumber, termasuk setoran awal, subsidi pemerintah, dan nilai manfaat yang dikelola.

Berdasarkan keterangan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat Komisi VIII, pelunasan tersebut mencerminkan efisiensi sistem pendanaan yang telah diterapkan. Dari total biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) sebesar Rp54.648.825, sebagian besar ditanggung oleh nilai manfaat dana haji yang mencapai Rp43.817.526,35, sehingga beban langsung kepada jemaah berkurang signifikan.

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menegaskan bahwa total biaya yang dikeluarkan jemaah secara keseluruhan, termasuk setoran awal, berada di kisaran Rp48 juta. Angka ini terdiri dari Rp25 juta setoran awal yang telah disetorkan sebelumnya, ditambah pelunasan sebesar Rp23,2 juta. Dalam perhitungan ini, subsidi pemerintah senilai Rp3 juta dan saldo nilai manfaat sebesar Rp3,4 juta turut berkontribusi dalam menekan beban keuangan.

Proses ini menunjukkan sistem pendanaan haji yang berbasis manfaat dan keberlanjutan, di mana dana yang terkumpul dikelola secara optimal untuk menopang keberlangsungan ibadah haji di masa depan. Dengan struktur ini, pemerintah memastikan akses haji tetap terjangkau, sekaligus menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan finansial program.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya