Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rabi Haredi Israel: Pemerintahan Arab Lebih Baik untuk Wilayah Ini

Seorang pemimpin komunitas Haredi Israel menyatakan bahwa kondisi wilayah akan lebih baik jika dipimpin oleh orang Arab dan menyalahkan ideologi Zionisme atas ketegangan dengan dunia Arab.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 23.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Rabi Haredi Israel: Pemerintahan Arab Lebih Baik untuk Wilayah Ini📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang rabi terkemuka dari komunitas Yahudi Haredi asal Lithuania, Dov Lando, mengungkapkan pendapat mengejutkan dalam rekaman diskusi dengan sesama pemimpin agama. Ia menyatakan bahwa tanpa negara Israel, situasi di wilayah tersebut justru bisa lebih stabil dan damai, terutama jika pemerintahan dikelola oleh orang Arab. Pernyataan ini muncul dalam konteks kritik terhadap kebijakan Zionisme yang, menurutnya, menjadi akar dari permusuhan antara Israel dan dunia Arab.

Lando menekankan bahwa sejarah mencatat belum pernah ada permusuhan sebesar ini antara masyarakat Arab dan Yahudi sebelum munculnya gerakan Zionisme. Ia menilai bahwa paham tersebut telah memicu ketegangan yang tidak pernah ada sebelumnya, bahkan menyebut bahwa kebencian yang kini muncul merupakan hasil dari ideologi yang dianut oleh negara Israel. Menurutnya, jika wilayah ini dikelola oleh otoritas internasional seperti PBB sejak awal, kehidupan bersama antarumat akan lebih harmonis.

Dalam konteks konflik saat ini, termasuk agresi militer di Jalur Gaza dan ketegangan dengan Iran, Lando menyoroti peran kelompok muda Haredi yang tidak wajib militer. Ia menekankan bahwa para pemuda tersebut tidak perlu merasa bersalah atas kematian tentara Israel, karena menurutnya, konflik yang terjadi bukan akibat dari sikap mereka, melainkan hasil dari kebijakan yang dikeluarkan oleh para pemimpin negara, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Ia juga menyatakan bahwa banyak tentara tewas bukan karena alasan keamanan yang mendesak, melainkan karena kepentingan kehormatan negara yang lebih tinggi. Menurut Lando, tindakan militer yang dilakukan tidak selalu berdasarkan prinsip keselamatan, melainkan dipengaruhi oleh narasi politik yang keliru. Ia menilai bahwa ajaran agama yang diberikan oleh para rabi pun telah membentuk pemahaman yang keliru, sehingga menimbulkan konflik yang tidak perlu.

Komunitas Haredi di Israel, yang jumlahnya mencapai sekitar 13 persen dari total penduduk 10 juta jiwa, memang dikenal dengan keberpihakan terhadap kehidupan religius murni dan menolak wajib militer. Pernyataan Lando ini menunjukkan pergeseran narasi internal dalam kelompok yang biasanya konservatif, namun tetap menggambarkan kritik mendalam terhadap dinamika politik dan militer Israel saat ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya