44 Ribu Anak Bersekolah Gratis di Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat kini menampung 44 ribu siswa dari keluarga tidak mampu di seluruh Indonesia, dengan fasilitas pendidikan lengkap secara gratis.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 23.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Sebanyak 44 ribu anak dari keluarga kurang mampu kini menjadi peserta didik di 182 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Angka ini disampaikan secara langsung oleh Menteri Sosial dalam acara pelatihan wali asuh dan wali asrama di Padang, yang berlangsung pada 7 Oktober 2026. Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang berisiko putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi, dengan menyediakan fasilitas pendidikan lengkap tanpa biaya.
Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Siswa yang tercatat dalam program ini umumnya adalah anak-anak yang pernah putus sekolah, belum pernah menempuh pendidikan formal, atau berpotensi mengalami putus sekolah karena faktor ekonomi. Program ini menjamin seluruh kebutuhan pendidikan mulai dari biaya sekolah, seragam, buku, alat tulis, hingga sistem asrama, semuanya ditanggung oleh negara.
Pemerintah menargetkan transformasi infrastruktur Sekolah Rakyat dari bangunan sementara ke bangunan permanen dalam waktu dekat. Saat ini, belum semua sekolah memiliki gedung tetap, terutama karena kendala penyediaan lahan. Namun, Presiden telah menetapkan target agar setiap kabupaten atau kota memiliki setidaknya satu Sekolah Rakyat permanen. Upaya konsolidasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah untuk mencapai target tersebut.
Gedung permanen yang direncanakan mampu menampung lebih dari 2.000 siswa, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Dengan infrastruktur yang memadai, diharapkan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar siswa dapat terus ditingkatkan. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan generasi muda yang berdaya saing, berpendidikan, dan berpotensi membawa perubahan sosial ekonomi di masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wali Kota Prancis Berdiri di Depan Demonstran Pelajar Saat Aparat Bentrok
Wali Kota Saint Denis, Bally Bagayoko, viral karena melindungi pelajar demo dari serbuan polisi saat protes soal kondisi sekolah yang buruk dan ketidaksetaraan pendidikan.
7 Oktober 2026

Rabi Haredi Israel: Pemerintahan Arab Lebih Baik untuk Wilayah Ini
Seorang pemimpin komunitas Haredi Israel menyatakan bahwa kondisi wilayah akan lebih baik jika dipimpin oleh orang Arab dan menyalahkan ideologi Zionisme atas ketegangan dengan dunia Arab.
7 Oktober 2026

Pemerintah Siap Atur Upah dan Jaminan Sosial Pekerja Platform Digital
Pemerintah akan mengatur pengupahan dan jaminan sosial pekerja platform digital melalui peraturan turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang telah disahkan.
7 Oktober 2026

Andi Azwan Sebut Ray Rangkuti Provokator Isu Pemakzulan Gibran
Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara menuding pengamat politik Ray Rangkuti sebagai provokator isu pemakzulan putra Jokowi, yang kembali mencuat pasca putusan MK soal syarat pendidikan.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya
Wali Kota Saint Denis Jadi Pelindung Demonstran Saat Kekerasan Aparat Meningkat
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.24 WITA

Orang Tua Diminta Tanggung Jawab atas Kerusakan Akibat Aksi Pelajar Prancis
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.23 WITA

Febrie Adriansyah Didakwa Terima Uang Rp12 Miliar dari Kasus Tol Layang MBZ
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.22 WITA

Subsidi Pemerintah Tekan Biaya Haji 2027
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.22 WITA

AI Ubah Kerja Kantor: Satu Jam Jadi Detik
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.22 WITA

Polemik Ijazah Gibran Dorong Evaluasi Aturan Pendidikan Calon Pejabat
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.21 WITA

KPU Pertahankan Kelayakan Gibran Berdasar Asas Keabsahan Dokumen
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.21 WITA

KPK Minta Keterangan Nusron Wahid Terkait Kasus Suap HGB
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.21 WITA

