Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Digger Gagal Cetak Rekaman, Sutradara Akui Risiko Pilihan Narasi

Sutradara Alejandro González Iñárritu mengakui film Digger bukan karya sempurna, meski gagal menarik penonton dan merugi besar di box office, dengan pendapatan global hanya 12 persen dari anggaran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 09.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Digger Gagal Cetak Rekaman, Sutradara Akui Risiko Pilihan Narasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Film Digger, yang dibintangi Tom Cruise dan disutradarai Alejandro González Iñárritu, menghadapi kegagalan finansial signifikan hanya dalam waktu beberapa hari setelah rilis global pada 1 Oktober 2026. Meski dibekali anggaran produksi besar mencapai US$160–180 juta, atau sekitar Rp2,8–3,2 triliun, film ini hanya mampu meraih pendapatan global sebesar US$20 juta, setara dengan 12 persen dari total biaya produksi. Kegagalan ini membuat film diprediksi merugi minimal US$150–200 juta, atau sekitar Rp2,6–3,5 triliun, dalam penayangan bioskop.

Iñárritu secara terbuka menyatakan bahwa ia menyadari Digger bukan film yang akan disukai semua kalangan. Dalam pernyataan kepada The New York Times yang dikutip oleh Entertainment Weekly, ia menegaskan bahwa karya tersebut sengaja dirancang untuk menantang persepsi umum dan memicu refleksi, bukan untuk memberi kepuasan konvensional. “Saya lebih memilih karya yang tidak sempurna daripada yang biasa saja,” ujarnya, menekankan bahwa tujuan utama film adalah memicu percakapan, bukan sekadar menghibur.

Skor kritik dari platform seperti Rotten Tomatoes dan Metacritic menunjukkan penilaian rendah dari para peninjau profesional, dengan 51 persen dan 46/100 masing-masing. Namun, penonton umum justru memberikan respons lebih positif, dengan 71 persen penilaian positif di Rotten Tomatoes dan 66/100 di Metacritic. Iñárritu menanggapi perbedaan ini dengan bijak, menyebut bahwa selera audiens memang beragam, dan film ini memang tidak dimaksudkan sebagai hiburan ringan seperti es krim.

Ia menekankan bahwa Digger adalah film tentang krisis manusia dalam konteks krisis global, di mana ancaman terbesar bukan dari luar, melainkan dari tindakan manusia sendiri. “Film ini adalah bencana, tapi bencananya adalah kita,” katanya, menyoroti keindahan alam dan keseimbangan ekosistem yang hampir musnah akibat ketidakpedulian. Menurutnya, jika manusia bisa berdialog secara bersamaan dalam realitas yang sama, maka masih ada harapan untuk perubahan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Steve Vail Kembali ke Dunia Bayangan
Nasional

Steve Vail Kembali ke Dunia Bayangan

Mantan agen CIA, Steve Vail, dipaksa kembali terlibat dalam misi berbahaya saat tiga jurnalis tewas secara misterius, termasuk kritikus tajam terhadap intelijen AS.

8 Oktober 2026

Berita Lainnya