Digger Gagal Cetak Rekaman, Sutradara Akui Risiko Pilihan Narasi
Sutradara Alejandro González Iñárritu mengakui film Digger bukan karya sempurna, meski gagal menarik penonton dan merugi besar di box office, dengan pendapatan global hanya 12 persen dari anggaran.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 09.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Film Digger, yang dibintangi Tom Cruise dan disutradarai Alejandro González Iñárritu, menghadapi kegagalan finansial signifikan hanya dalam waktu beberapa hari setelah rilis global pada 1 Oktober 2026. Meski dibekali anggaran produksi besar mencapai US$160–180 juta, atau sekitar Rp2,8–3,2 triliun, film ini hanya mampu meraih pendapatan global sebesar US$20 juta, setara dengan 12 persen dari total biaya produksi. Kegagalan ini membuat film diprediksi merugi minimal US$150–200 juta, atau sekitar Rp2,6–3,5 triliun, dalam penayangan bioskop.
Iñárritu secara terbuka menyatakan bahwa ia menyadari Digger bukan film yang akan disukai semua kalangan. Dalam pernyataan kepada The New York Times yang dikutip oleh Entertainment Weekly, ia menegaskan bahwa karya tersebut sengaja dirancang untuk menantang persepsi umum dan memicu refleksi, bukan untuk memberi kepuasan konvensional. “Saya lebih memilih karya yang tidak sempurna daripada yang biasa saja,” ujarnya, menekankan bahwa tujuan utama film adalah memicu percakapan, bukan sekadar menghibur.
Skor kritik dari platform seperti Rotten Tomatoes dan Metacritic menunjukkan penilaian rendah dari para peninjau profesional, dengan 51 persen dan 46/100 masing-masing. Namun, penonton umum justru memberikan respons lebih positif, dengan 71 persen penilaian positif di Rotten Tomatoes dan 66/100 di Metacritic. Iñárritu menanggapi perbedaan ini dengan bijak, menyebut bahwa selera audiens memang beragam, dan film ini memang tidak dimaksudkan sebagai hiburan ringan seperti es krim.
Ia menekankan bahwa Digger adalah film tentang krisis manusia dalam konteks krisis global, di mana ancaman terbesar bukan dari luar, melainkan dari tindakan manusia sendiri. “Film ini adalah bencana, tapi bencananya adalah kita,” katanya, menyoroti keindahan alam dan keseimbangan ekosistem yang hampir musnah akibat ketidakpedulian. Menurutnya, jika manusia bisa berdialog secara bersamaan dalam realitas yang sama, maka masih ada harapan untuk perubahan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

17 Provinsi Tumbuh Lebih Cepat dari Rata-Rata Nasional di Semester I 2026
Sebanyak 17 provinsi di Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional 5,45 persen pada semester pertama tahun ini, didorong sektor manufaktur dan inovasi lokal.
8 Oktober 2026

Steve Vail Kembali ke Dunia Bayangan
Mantan agen CIA, Steve Vail, dipaksa kembali terlibat dalam misi berbahaya saat tiga jurnalis tewas secara misterius, termasuk kritikus tajam terhadap intelijen AS.
8 Oktober 2026

Serial Carrie Kembali Hidup dengan Nuansa Modern
Adaptasi terbaru Carrie oleh Mike Flanagan menggambarkan perjalanan remaja terisolasi yang berjuang melawan perundungan dan kekuatan batin saat memasuki masa pubertas.
8 Oktober 2026

DiCaprio Soroti Krisis Kebakaran Hutan di Tengah Ancaman Spesies Langka
Aktor dan aktivis lingkungan Leonardo DiCaprio memperhatikan dampak kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra, menyoroti kerusakan ekosistem dan ancaman terhadap orangutan serta owa ungko.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Swasta Diperkuat, Hambatan Investasi Diselesaikan Langsung
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA

Trump Sambut Kerja Sama Militer Turki-Pakistan untuk Arab Saudi
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA

UU Perlindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Larangan Tahan Ijazah Jadi Sorotan
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA

Pemerintah Siapkan Stimulus Tiket Pesawat Nataru 2026–2027
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA

Jaguar Meluncurkan Type 01, Mobil Listrik Mewah dengan Jarak Tempuh 724 Km
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Pembebasan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Dorong Efisiensi Operasional
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Harga LPG Subsidi 3 Kg Tetap Stabil di Oktober 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham POLA dan CSMI
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

