Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Distribusi Makanan Bergizi Tetap Berjalan Saat Libur Karhutla

Kepala Badan Gizi Nasional menegaskan program makan bergizi gratis tidak dihentikan meski sekolah libur akibat karhutla, mengikuti kebijakan pemerintah daerah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 07.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Distribusi Makanan Bergizi Tetap Berjalan Saat Libur Karhutla
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan distribusi makanan bergizi gratis (MBG) tetap berlangsung di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan, meskipun sekolah menghentikan aktivitas belajar mengajar. Kepala Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa keputusan penyesuaian jadwal pengambilan tidak dilakukan secara sepihak, melainkan berdasarkan pengumuman resmi dari pemerintah daerah setempat. Ia menjelaskan bahwa proses persiapan penyediaan makanan telah dimulai sebelumnya, termasuk pembelian bahan baku dan pemotongan bahan, sehingga perlu dilanjutkan meski sekolah libur.

Kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan bahwa tidak ada instruksi dari pusat untuk menghentikan program, bahkan saat kondisi darurat seperti karhutla. Setiap keputusan terkait libur sekolah atau kelanjutan distribusi MBG tetap berada dalam kewenangan pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Dalam hal ini, kepala daerah yang menentukan apakah sekolah libur atau tidak, dan program MBG mengikuti kebijakan tersebut tanpa intervensi langsung dari pusat.

Di sisi lain, Kementerian Kehutanan terus memperkuat pemantauan terpadu terhadap dampak karhutla terhadap kehidupan sehari-hari, terutama di bidang transportasi udara. Pemantauan meliputi titik panas, kondisi lapangan, kualitas udara, sebaran asap, kecepatan dan arah angin, serta jarak pandang. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan prioritas penanganan kebakaran dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kondisi kualitas udara dan jarak pandang, menurut kementerian, bersifat dinamis dan dapat berubah cepat tergantung pada faktor-faktor seperti curah hujan, intensitas asap, serta perubahan atmosfer. Untuk memastikan ketersediaan informasi yang akurat, Kementerian Kehutanan menyebarkan perkembangan terkini melalui sistem SiPongi dan saluran resmi lainnya. Masyarakat, khususnya yang melakukan perjalanan udara, diimbau untuk selalu mengikuti informasi terbaru dari BMKG, otoritas bandara, AirNav Indonesia, dan operator penerbangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya