Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dividen BUMN Dominasi 15 Perusahaan, Danantara Soroti Ketimpangan Kinerja

Hanya 15 dari seribu entitas BUMN yang menyumbang 97% dividen ke negara, menunjukkan ketimpangan kinerja yang perlu diperbaiki.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Dividen BUMN Dominasi 15 Perusahaan, Danantara Soroti Ketimpangan Kinerja📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pengelolaan aset BUMN di Indonesia menunjukkan disparitas signifikan antara jumlah entitas dan kontribusi finansial yang dihasilkan. Dari total sekitar seribu perusahaan milik negara, hanya 15 yang menjadi penyumbang utama dividen kepada kas negara. Angka ini menggambarkan bahwa sebagian besar BUMN belum mampu menghasilkan arus kas atau laba yang berdampak langsung terhadap keuangan negara.

Ketimpangan ini menjadi perhatian utama bagi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Menurut CEO Danantara, Rosan Roeslani, meski jumlah BUMN mencapai ribuan, realisasi pendapatan dan keuntungan dari sebagian besar entitas masih jauh dari optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja operasional dan tata kelola perusahaan yang belum mampu menghasilkan nilai tambah maksimal.

Pemetaan kinerja menunjukkan bahwa sebagian besar dividen berasal dari perusahaan dengan kapasitas aset besar dan struktur operasional yang efisien. Sementara ratusan BUMN lainnya masih mengalami defisit, tidak membayar dividen, atau bahkan membutuhkan subsidi dari negara. Hal ini menyoroti pentingnya perbaikan sistem manajemen, peningkatan efisiensi operasional, serta penerapan standar kinerja yang lebih ketat.

Tujuan utama dari evaluasi ini adalah menciptakan sinergi antara aset negara dan kinerja finansial yang berkelanjutan. Dengan memperbaiki kinerja BUMN secara menyeluruh, diharapkan kontribusi terhadap pendapatan negara dapat lebih merata dan berkelanjutan. Upaya ini juga menjadi fondasi bagi transformasi BUMN menjadi entitas yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya