Dividen Danantara Belum Masuk APBN 2026 dan 2027
Menteri Keuangan menyatakan dividen dari BUMN yang dikelola Danantara tidak termasuk dalam penerimaan negara di APBN 2026 dan 2027, karena fokus pada pengelolaan investasi jangka panjang.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa dana dividen yang berasal dari perusahaan BUMN yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) belum dimasukkan dalam proyeksi penerimaan negara pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 maupun 2027. Ia menjelaskan bahwa proses penyusunan APBN 2026 sedang dalam tahap finalisasi, sementara penyusunan APBN 2027 juga masih berlangsung, sehingga belum memasukkan kontribusi dari Danantara.
Menurut Suahasil, Danantara bertugas mempertahankan dan mengelola dividen tersebut untuk mendukung investasi strategis, bukan langsung dialokasikan ke kas negara. Ia menekankan bahwa fungsi utama APBN tetap berfokus pada pembiayaan layanan publik, pembangunan infrastruktur, serta perlindungan sosial, sementara Danantara berperan sebagai instrumen pengelolaan aset negara jangka panjang.
Suahasil menyampaikan harapan agar Danantara mampu beroperasi secara efisien dan mampu menarik partisipasi dari sektor swasta dalam proyek-proyek yang dijalankan. Ia menekankan bahwa sebagai sovereign wealth fund, Danantara harus berkomunikasi dengan standar global agar dapat berdaya saing dalam dunia investasi internasional.
Pertanyaan mengenai kemungkinan masuknya dividen Danantara ke APBN pada tahun 2028 masih bersifat hipotetis. Suahasil tidak memberikan kepastian, menekankan bahwa hal tersebut belum menjadi bagian dari rencana fiskal yang disetujui. Ia menekankan pentingnya mempertahankan defisit APBN di bawah batas 3 persen terhadap PDB sebagai bentuk komitmen terhadap disiplin anggaran.
Dalam konteks ini, pemerintah menegaskan pembagian peran antara APBN dan Danantara sebagai dua instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi nasional. APBN untuk kebutuhan publik, sedangkan Danantara sebagai konsolidasi aset negara yang harus bekerja secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lima PO Bus Paling Banyak Melanggar, Ini Jenis Pelanggarannya
Lima perusahaan otobus tercatat melakukan pelanggaran terbanyak dalam pengawasan di terminal penumpang tipe A selama periode Januari hingga Oktober 2026, didominasi pelanggaran penyimpangan trayek dan dokumen kedaluwarsa.
5 Oktober 2026

China Tutup 670 Bank, Fokus Perkuat Sistem Keuangan
Pemerintah China menutup lebih dari 670 bank pada 2025, sebagian besar di wilayah pedesaan, sebagai bagian dari upaya konsolidasi sistem perbankan demi stabilitas dan pengawasan yang lebih ketat.
5 Oktober 2026

Harga BBM Subsidi Tetap, Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Pemerintah menegaskan harga BBM bersubsidi tak akan naik untuk menjaga inflasi dan daya beli masyarakat, sambil memastikan stok mencapai 18–20 hari.
5 Oktober 2026

Menkeu Lantik 17 Pejabat Baru, Tekankan Tuntaskan APBN 2026
Menteri Keuangan melantik 17 pejabat di lingkungan Kemenkeu, termasuk 13 dari DJP, satu dari DJBC, dan tiga dari KSSK, dengan fokus pada penyelesaian target APBN 2026 dan persiapan APBN 2027.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Mobil Hybrid di Indonesia Per Oktober 2026 Terkini
Senin, 5 Oktober 2026, 15.37 WITA

Aturan Kuota Sisa Diperdebatkan, ATSI Minta Jelas ke Kementerian
Senin, 5 Oktober 2026, 15.34 WITA

AI Picu Kekacauan Pemilu di Asia Tenggara, Peringatan dari Pakar
Senin, 5 Oktober 2026, 15.30 WITA

Prabowo Pimpin Upacara HUT TNI ke-81 di Cilangkap
Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA

26 Negara Bagian Gugat Trump Soal Penurunan Standar Kendaraan
Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA

KKP Amankan Kapal Ikan Diduga Terkait Penganiayaan Awak Kapal
Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA

Kapal Ikan KM Maulana 23 Diamankan KKP Usai Video Kekerasan Viral
Senin, 5 Oktober 2026, 15.28 WITA

Suahasil Lantik 17 Pejabat, Tekankan Tuntaskan APBN 2026
Senin, 5 Oktober 2026, 15.27 WITA

