Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dolly Parton Wafat Usia 80 Tahun Setelah Perjuangan Melawan Kanker

Legenda musik country Dolly Parton meninggal dunia pada usia 80 tahun setelah berjuang melawan kanker dan komplikasi organ, diiringi pengakuan terakhir tentang kondisi kesehatannya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 14.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Dolly Parton Wafat Usia 80 Tahun Setelah Perjuangan Melawan Kanker
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dolly Parton, ikon musik country dunia, tutup usia pada Selasa, 25 Agustus 2026, di usia 80 tahun, setelah menjalani perawatan intensif di Vanderbilt-Ingram Cancer Center, Nashville. Menurut keterangan resmi dari pihak manajemen, ia meninggal setelah empat hari dirawat secara intensif, dengan penyebab utama kematian adalah kanker yang menyerang dalam waktu singkat. Selain itu, ia juga sempat mengalami komplikasi ginjal dan gangguan autoimun yang memperparah kondisi kesehatannya.

Pernyataan resmi dari perwakilan Parton menegaskan bahwa sang musisi telah menjalani perjuangan penuh keberanian selama masa akhir hidupnya. “Dolly Parton yang kita cintai menghabiskan hidup dan kariernya untuk membawa kegembiraan, tawa, harapan, dan integritas dalam setiap hal yang ia sentuh,” demikian bunyi pernyataan yang disampaikan kepada publik. Ia meninggal dalam keadaan damai, dikelilingi oleh keluarga terdekat, sebagaimana diperintahkan oleh kehendak pribadinya.

Kabar duka pertama kali disampaikan oleh Bryan Seaver, keponakan Parton dan mantan kepala pengawal pribadi selama lebih dari dua dekade. Dalam video yang diunggah di media sosial, ia mengungkapkan bahwa pengumuman kematian tersebut merupakan permintaan langsung dari Dolly sejak bertahun-tahun lalu. “Pengumuman video ini adalah sesuatu yang diminta Dolly dari saya bertahun-tahun lalu, sebelum saya benar-benar menyadarinya sebagai kenyataan di masa depan,” ujarnya. Ia menyebut tugas tersebut sebagai kehormatan besar, meski disertai duka mendalam, dan meyakini sang bibi kini telah tenang setelah menyusul suaminya, Carl Dean, yang wafat pada Maret 2025.

Beberapa hari sebelum kematiannya, Parton sempat berbicara secara terbuka tentang kondisi fisiknya dalam wawancara terakhir. Ia mengakui bahwa kesehatannya sempat terabaikan karena fokus penuh merawat Carl Dean selama masa akhir kehidupannya. “Seperti yang pernah saya bagikan lewat pesan video sepanjang tahun lalu, saya memang sedang menghadapi beberapa masalah kesehatan yang sempat tidak saya hiraukan saat menjaga Carl,” ungkapnya. Perjalanan panjang sebagai musisi perempuan terlaris sepanjang masa pun berakhir dengan warisan abadi berupa lebih dari 160 juta album terjual dan lagu-lagu klasik seperti *I Will Always Love You* dan *9 to 5*.

Selain karya musik, Parton dikenal juga sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial, termasuk mendanai riset medis dan membagikan ratusan juta buku gratis melalui yayasan amal pribadinya. Kehadirannya di dunia hiburan dan kemanusiaan meninggalkan jejak yang tak tergantikan, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya