Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

DPR Soroti Pembayaran Bunga KDMP Rp13,4 Triliun ke Bank Himbara

Dewan Perwakilan Rakyat menyoroti pengeluaran negara sebesar Rp13,4 triliun untuk bunga pinjaman Koperasi Desa Merah Putih yang diberikan ke bank Himbara, mempertanyakan efisiensi anggaran dan dampak terhadap transfer ke daerah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.36 WITA·👁 4 orang membaca· 3 hari ini · 9x dibuka
DPR Soroti Pembayaran Bunga KDMP Rp13,4 Triliun ke Bank Himbara📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dewan Perwakilan Rakyat mengungkapkan kekhawatiran atas alokasi anggaran sebesar Rp13,4 triliun untuk pembayaran bunga pinjaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang dinilai tidak efisien mengingat kondisi fiskal negara yang terbatas. Anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi PDIP, Dolfie Othniel Frederic Palit, menekankan bahwa dana tersebut seharusnya dapat digunakan untuk kebutuhan prioritas nasional, seperti peningkatan transfer ke daerah.

Ia menyoroti ketidakseimbangan antara nilai bantuan yang diberikan ke bank Himbara sebesar Rp51 triliun dengan bunga yang diterima sebesar Rp13,4 triliun, yang menurutnya dapat dialihkan untuk menutup defisit transfer daerah. Dolfie menegaskan bahwa jika dana bunga itu digunakan secara optimal, dampaknya bisa sangat signifikan, termasuk mencakup dana bagi hasil (DBH) yang menjadi sumber pendanaan daerah.

Pihaknya juga mempertanyakan kebijakan yang memperkuat peran bank Himbara melalui mekanisme Danantara, yang dinilai telah memberikan keunggulan struktural sebelumnya. Menurutnya, pemberian dana kepada lembaga perbankan yang sudah memiliki kapasitas kuat tidak sejalan dengan prinsip keadilan dan efisiensi anggaran negara.

Dalam rapat Panitia Kerja (Panja) Transfer Ke Daerah di Banggar DPR, Dolfie meminta pemerintah untuk mereformulasi alokasi dana bunga tersebut agar tidak terus menjadi beban APBN. Ia menekankan bahwa subsidi yang diberikan melalui APBN harus dipertimbangkan secara matang, mengingat tekanan fiskal yang semakin tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya