Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purbaya Jamin Keamanan Anggaran Subsidi BBM Meski Harga Minyak Melonjak

Menteri Keuangan menegaskan anggaran subsidi BBM tetap aman hingga akhir 2026, dengan persiapan antisipasi kenaikan harga global akibat ketegangan geopolitik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Purbaya Jamin Keamanan Anggaran Subsidi BBM Meski Harga Minyak Melonjak📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah tetap yakin anggaran subsidi bahan bakar minyak tetap dalam kendali meski harga minyak dunia kembali melonjak. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa langkah-langkah strategis telah disiapkan untuk menjaga keberlanjutan anggaran, termasuk mengantisipasi potensi kenaikan harga akibat eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah pada tahun depan. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak akan terkejut jika kondisi tersebut terjadi, mengingat pengalaman sebelumnya dalam menghadapi volatilitas pasar global.

Purbaya menuturkan bahwa kebijakan fiskal telah mempertimbangkan berbagai skenario harga minyak, termasuk tekanan dari peristiwa geopolitik yang dapat mengganggu pasokan minyak dunia. Dengan simulasi skenario dan pengelolaan anggaran yang ketat, pemerintah mampu menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini. Ia menekankan pentingnya kesiapan jangka panjang, terutama mengingat volatilitas pasar yang tidak dapat diprediksi secara pasti.

Pada awal perdagangan Rabu (9/9), harga minyak mentah Brent sempat menembus level US$100 per barel—level tertinggi sejak Juli 2026—naik 2,3 persen dari hari sebelumnya. Sementara itu, minyak WTI dari Amerika Serikat mencapai US$94 per barel, meningkat 1,3 persen. Kenaikan ini didorong oleh ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya setelah serangan militer AS terhadap empat kapal tanker Iran di Teluk Oman dan satu kapal dekat Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran.

Pergerakan harga minyak sepanjang tahun ini telah melonjak lebih dari 60 persen, memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan melalui jalur krusial seperti Selat Hormuz. Investor kini memantau perkembangan konflik secara ketat, termasuk aktivitas kapal tanker di kawasan tersebut. Purbaya menegaskan bahwa antisipasi terhadap risiko semacam ini sudah menjadi bagian dari perencanaan fiskal jangka panjang pemerintah.

Pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga keseimbangan anggaran negara tanpa mengorbankan stabilitas harga energi bagi masyarakat. Dengan pengelolaan fiskal yang terukur dan skenario responsif, pemerintah meyakini sistem subsidi BBM tetap dapat berjalan aman meski di tengah tekanan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya