Indonesia Siapkan PLTN Pertama pada 2032 dengan Fokus SMR
Indonesia menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama beroperasi komersial pada 2032, dengan fokus pada teknologi Small Modular Reactor (SMR) untuk mendukung dekarbonisasi dan kelistrikan daerah terpencil.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.34 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan infrastruktur regulasi dan pengawasan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama yang dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial pada 2032. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mencapai emisi netral pada 2060, dengan proyeksi kapasitas nuklir mencapai 35 gigawatt (GW) pada akhir periode tersebut. Pengembangan ini tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga kesiapan sistem pengawasan yang harus dibangun secara paralel sejak tahap awal.
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menegaskan bahwa keberhasilan program PLTN bergantung pada kematangan sistem pengawasan yang mencakup lima pilar utama: tata kelola, analisis keselamatan, laboratorium radiasi, sumber daya manusia terlatih, serta dukungan organisasi teknis. Pihaknya menekankan bahwa kesiapan regulasi tidak boleh ditunda hingga proyek fisik dimulai, karena keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pengembangan.
Dalam rencana pengadaan energi, PLTN diharapkan menyumbang 14,2% dari total produksi listrik nasional pada 2060, setara dengan sekitar 276 terawatt jam (TWh). Sejalan dengan itu, pemerintah menetapkan target awal pembangkit nuklir sebesar 500 megawatt (MW) yang akan dioperasikan mulai 2032, dengan penempatan strategis di wilayah Sumatra atau Kalimantan. Teknologi yang diprioritaskan adalah Small Modular Reactor (SMR), yang dinilai paling sesuai dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
SMR dipilih karena kemampuannya diintegrasikan ke dalam jaringan listrik kecil, cocok untuk wilayah terpencil dan kawasan industri terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik utama. Teknologi ini juga menawarkan fleksibilitas dalam penempatan dan skala pembangunan, serta lebih mudah diawasi dibandingkan reaktor skala besar. Pemerintah menegaskan bahwa tidak akan melanjutkan proyek di lokasi yang tidak memenuhi standar keselamatan dan lingkungan paling ketat.
Di luar pembangkit listrik, kapasitas nuklir Indonesia juga akan digunakan untuk mendukung produksi hidrogen bersih, dengan alokasi 9 GW yang direncanakan mulai beroperasi pada 2045. Proyek ini menunjukkan komitmen penuh terhadap transformasi energi nasional, dengan nuklir bukan lagi sebagai opsi terakhir, melainkan sebagai komponen penting dalam bauran energi primer yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

