Dua Kapal Pengungsi Rohingya Tenggelam, Ratusan Tewas di Laut Arakan
Lebih dari 500 orang, mayoritas etnis Rohingya, tewas dalam insiden tenggelamnya dua kapal di perairan Myanmar akhir Juni 2026, menurut pernyataan bersama PBB dan IOM.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.04 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Dua kapal yang membawa ratusan warga etnis Rohingya dari wilayah Rakhine, Myanmar, dilaporkan tenggelam dalam perjalanan ilegal di perairan Ayeyarwady pada awal Juli 2026. Badan Pengungsi PBB dan Organisasi Migrasi Internasional (IOM) mengonfirmasi bahwa sekitar 250 orang berada di kapal pertama yang hilang kontak tak lama setelah berangkat, sementara kapal kedua yang membawa 280 penumpang diduga karam di dekat pesisir barat Myanmar pada 8 Juli. Kedua kapal tersebut diketahui membawa korban yang berasal dari kamp pengungsian di Cox’s Bazar, Bangladesh, yang menjadi pusat pengungsian terbesar dunia bagi etnis Rohingya.
Korban diduga tewas akibat tenggelam atau kekurangan oksigen dalam kondisi kapal yang penuh sesak dan tidak layak. Meskipun jumlah pasti korban belum dinyatakan secara resmi oleh otoritas lokal, kedua lembaga PBB menyatakan kekhawatiran tinggi atas skala tragedi ini. Sebagian besar penumpang merupakan perempuan, anak-anak, dan lansia yang berani menghadapi risiko ekstrem demi mencari perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sistemik di tanah kelahiran mereka.
Pengungsi Rohingya, yang sebagian besar tidak memiliki kewarganegaraan, terus mengalami tekanan berat di Rakhine, di mana kekerasan militer dan diskriminasi etnis telah berlangsung bertahun-tahun. Sejak 2017, lebih dari satu juta orang telah melarikan diri dari Myanmar menuju Bangladesh, Indonesia, dan negara-negara tetangga lainnya. Jalur laut melalui Teluk Benggala dan Laut Andaman menjadi pilihan ekstrem bagi mereka yang tidak bisa menempuh perjalanan darat karena blokade atau risiko tinggi.
Kegiatan pelarian ini menunjukkan keterpurukan sistemik yang dihadapi komunitas Rohingya, di mana akses terhadap keamanan, kewarganegaraan, dan hak dasar terus terhambat. Peristiwa tenggelamnya dua kapal tersebut menjadi bukti nyata bahwa banyak dari mereka rela mengorbankan nyawa demi mencari tempat yang lebih aman. PBB dan IOM menyerukan respons internasional yang lebih terkoordinasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

