Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dua Pejuang Hidup Ditemukan di Terowongan Terendam Pasca Banjir Bandang

Dua pekerja berhasil diselamatkan dari terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air Nepal setelah sembilan hari terjebak akibat banjir bandang yang menewaskan lebih dari 1.200 jiwa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.48 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
Dua Pejuang Hidup Ditemukan di Terowongan Terendam Pasca Banjir Bandang
Foto: BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dua pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air Upper Trishuli-3A berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup dari dalam terowongan yang terendam banjir bandang, menyusul upaya penyelamatan yang berlangsung selama sembilan hari. Kedua korban, Sanjaya Shah dan Kabir Maharjan, ditemukan dalam kondisi terbatas tetapi sadar, setelah tim SAR berhasil menembus lapisan lumpur dan batu yang menutup akses masuk. Mereka diterbangkan ke rumah sakit di ibu kota, Kathmandu, untuk perawatan lebih lanjut.

Upaya penyelamatan dipimpin oleh tim teknis dan militer yang menghadapi tantangan ekstrem, termasuk lokasi pintu masuk terowongan yang kini terkubur di bawah tanah akibat longsor besar. Penggunaan citra satelit, data topografi lama, dan rekaman udara menjadi kunci dalam menentukan posisi terowongan yang tersembunyi di bawah reruntuhan. Dalam prosesnya, tim juga memanfaatkan struktur alami gunung, seperti tiang listrik dan batuan kuno, sebagai acuan navigasi.

Proses penyelamatan dilakukan secara hati-hati karena terowongan masih penuh air dan berisiko runtuh. Tim menggunakan ekskavator dan mesin pompa untuk mengalirkan air keluar, sambil membuka jalur kecil seukuran manusia melalui puing-puing di bagian atas terowongan. Mereka bahkan menggunakan bahan peledak dengan presisi tinggi untuk membuka jalan, dengan risiko tinggi terhadap keselamatan penyelamat dan korban.

Ketika suara samar terdengar dari dalam terowongan, tim langsung menanggapi dengan pesan tenang: “Jangan panik, kami di sini untuk menyelamatkanmu.” Jawaban singkat “Oke” dari dalam terowongan menjadi tanda harapan yang menentukan. Kedua penyintas ditarik keluar pada dini hari Jumat, 4 September, membangkitkan semangat bagi tim yang masih berjuang menyelamatkan puluhan pekerja lain yang diyakini terjebak.

Sampai saat ini, diperkirakan masih ada 39 pekerja yang belum ditemukan. Tim SAR memperkirakan mereka telah menembus sekitar 60 meter dari pintu masuk, dengan sisa sekitar 150 meter menuju stasiun pembangkit listrik. Ancaman banjir dari arah depan dan belakang masih mengintai, menambah kompleksitas operasi. Namun, keberhasilan penyelamatan dua korban memberi kekuatan moral besar, menunjukkan bahwa harapan masih ada meski dalam kondisi paling suram.

Komentar Pembaca (3)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu
  • A
    artgg4 Sep 2026, 19.06 WITA

    mantap beritanya

    ↩ Balas
    • S
      simon4 Sep 2026, 19.06 WITA

      woi jgn banyak bacot

      ↩ Balas
    • R
      ronggolawe4 Sep 2026, 19.07 WITA

      apa sich kamu

      ↩ Balas
Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya