Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dua Sahabat Remaja Temukan Kebenaran Darah Lewat Tes DNA

Dua perempuan yang dibesarkan secara terpisah di Belanda akhirnya mengetahui mereka adalah saudara kandung setelah tes DNA mengungkapkan kecocokan 100% setelah puluhan tahun saling merasa dekat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 14.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Dua Sahabat Remaja Temukan Kebenaran Darah Lewat Tes DNA📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dua perempuan yang tumbuh dalam keluarga adopsi berbeda di Belanda, Meena Geltink dan Minal Tijssen, akhirnya mengungkap kebenaran biologis yang telah lama mereka raba secara emosional. Keduanya, yang lahir pada awal 1980-an di Mumbai, India, diadopsi dari panti asuhan berbeda hanya beberapa bulan setelah kelahiran. Meski dibesarkan jauh dari satu sama lain, ketika mereka bertemu pertama kali di acara pertemuan anak adopsi pada masa remaja, perasaan saling mengenal langsung muncul.

Pertemuan pertama mereka terjadi di malam sebelum acara resmi, saat mereka diperkenalkan oleh teman-teman karena kesamaan wajah dan tawa yang mencolok. Meena masih mengingat detik-detik itu dengan jelas: “Saat melihat ke cermin, saya langsung terkejut. Hidung saya, tawa saya, bahkan gerak tubuh saya terasa sama.” Ia dan Minal pun langsung saling menyapa sebagai “saudari”, sebuah sebutan yang dibuat secara spontan namun terasa seperti kebenaran yang telah lama dirasakan.

Selama puluhan tahun, hubungan keduanya terjalin melalui surat menyurat dan percakapan rutin, membahas hal-hal kecil seperti musik, olahraga, dan kenangan masa sekolah. Mereka bahkan menemukan kesamaan khusus: keduanya adalah penggemar Backstreet Boys. Namun, hubungan itu terputus sekitar 15 tahun lalu, saat Meena fokus pada keluarga barunya dan Minal pindah ke Prancis. Kebingungan dan kehilangan rasa utuh tetap menghiasi hidup keduanya hingga akhirnya, pada 2017, Meena mengenal tes DNA saat menghadiri pertemuan adopsi.

Pada Mei tahun ini, Meena menerima pesan dari Minal melalui Facebook: “Masih ingat saya?” Di dalamnya disertakan hasil tes DNA yang menunjukkan kecocokan 100% sebagai saudara kandung. Saat itu, Meena menangis, merasa seolah mendapat kepingan teka-teki terakhir yang selama ini hilang. Pertemuan mereka kembali di sebuah taman pada Agustus berlangsung penuh haru, diwarnai tawa, pelukan, dan pengakuan bahwa mereka telah saling mengenal sejak lama, meski tak menyadari ikatan darah.

Kini, keduanya menjalin komunikasi hampir setiap dua hari, saling mengenal keluarga masing-masing, dan memperhatikan kesamaan hal-hal kecil dalam cara bicara, berjalan, hingga menyelesaikan kalimat. Minal mengaku awalnya tak menyadari bahwa hasil tes DNA menunjuk pada gadis yang pernah ia ajak bicara saat remaja. “Kami sudah bersaudara sejak awal, hanya saja tidak tahu,” katanya. Bagi Meena, kehadiran Minal kini seperti pulang ke rumah, mengisi ruang kosong yang selama ini terasa ada dalam hati.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya