Dilema Produksi: Bahan Baku Naik, Harga Jual Tak Bisa Ikut
Kenaikan harga bahan baku akibat gejolak global menekan margin produsen, namun tidak mampu menaikkan harga jual karena daya beli rendah dan persaingan ketat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 15.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kenaikan harga bahan baku yang dipicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kini menjadi tantangan utama bagi pelaku industri manufaktur di Indonesia. Peningkatan biaya input tersebut berdampak langsung pada struktur produksi, mengurangi margin keuntungan dan memaksa pengusaha mengevaluasi kembali skala operasional. Di tengah kondisi ini, sejumlah perusahaan memilih membatasi ekspansi, bahkan menurunkan kapasitas produksi demi menjaga keseimbangan keuangan.
Diana Dewi, Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, menekankan bahwa penyesuaian harga jual produk tidak dapat dilakukan secara fleksibel. Pasalnya, daya beli masyarakat terus terkendala, sementara persaingan pasar yang tinggi membatasi ruang gerak untuk menaikkan harga. Dalam situasi seperti ini, keputusan untuk mempertahankan volume produksi menjadi sulit, terutama bagi sektor yang sensitif terhadap fluktuasi harga, seperti kendaraan bermotor dan logam.
Untuk mengatasi tekanan ini, para pengusaha mengharapkan kebijakan pemerintah yang mendorong penguatan daya beli masyarakat. Dengan meningkatnya daya beli, diharapkan pasar dapat menyerap produksi secara lebih baik meski harga mengalami penyesuaian. Selain itu, dukungan dalam bentuk insentif dan akses pembiayaan yang lebih mudah menjadi kunci untuk mendorong perluasan kapasitas produksi di sektor-sektor yang mengalami kontraksi.
Pemerintah diminta turut mengoptimalkan kebijakan yang mendukung stabilitas rantai pasok dan mendorong efisiensi produksi. Dengan dukungan yang tepat, industri dapat bertahan dari tekanan global tanpa mengorbankan kesejahteraan pekerja atau kualitas produk. Solusi jangka panjang harus mempertimbangkan keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan kesejahteraan ekonomi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Threads Perluas Fitur Pengawasan Orang Tua di Asia Pasifik
Meta meluncurkan fitur pengawasan orang tua di Threads untuk remaja di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia, dengan kontrol privasi, batas waktu, dan pemantauan aktivitas harian.
19 September 2026

Fitur Keamanan Grab: AudioProtect dan SOS Button
Grab meluncurkan dua fitur keamanan utama, AudioProtect dan SOS Button, untuk melindungi penumpang dan mitra pengemudi selama perjalanan.
19 September 2026

Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai 1 September 2026
Sejumlah merek BBM nonsubsidi di seluruh Indonesia mengalami kenaikan harga per 1 September 2026, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan produk premium lainnya, sementara BBM bersubsidi tetap stabil.
19 September 2026

Indonesia Resmikan Kapal Induk Pertama dari Italia
Kapal induk Giuseppe Garibaldi tiba di Tanjung Priok, menandai kehadiran kapal induk pertama bagi Indonesia setelah proses pengiriman dari Italia.
19 September 2026
Berita Lainnya

Prabowo Sebut Dua Tahun Kepemimpinan Momentum Tepat untuk Evaluasi Kabinet
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

Prabowo Soroti Akademisi yang Bela Keuntungan Asing
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

KPK Perluas Penyelidikan Suap HGB dengan Geledah Rumah dan Kantor
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Pertimbangkan Periksa Menteri ATR/BPN dalam Kasus Suap HGB
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Nusron Wahid Serahkan Proses Hukum ke KPK
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Pria Viral Tendang Wanita di Mal Jadi Tersangka
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

ASN Kemenpora Diduga Tanam Ganja di Rumah Pribadi
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Fokus Lengkapi Bukti Sebelum Panggil Nusron Wahid
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

