Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ed Sheeran Resmi Buka Tur dengan Isaac Slade, Tegaskan Jalan Damai di Gaza

Ed Sheeran menghadirkan Isaac Slade sebagai tamu pertama setelah memutuskan hubungan dengan Macklemore, sambil menekankan pentingnya dialog dalam konflik Gaza.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ed Sheeran Resmi Buka Tur dengan Isaac Slade, Tegaskan Jalan Damai di Gaza📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Setelah sejumlah musisi menarik diri dari tur akibat kontroversi terkait rapper Macklemore, Ed Sheeran secara resmi melanjutkan rangkaian konsernya dengan menghadirkan Isaac Slade sebagai bintang tamu pertama. Penampilan Slade di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, menjadi simbol peralihan dalam tur yang sebelumnya sempat kosong tanpa pembuka. Slade, mantan vokalis The Fray, membawakan lagu-lagu andalan seperti "How to Save a Life" dan "You Found Me", menghadirkan nuansa emosional yang menyentuh penonton.

Dalam pidatonya, Slade menyampaikan pandangan yang berimbang mengenai krisis di Gaza, menekankan bahwa kekejaman yang terjadi tidak dapat dibenarkan, namun solusi perdamaian harus lahir dari ruang tengah—tempat semua pihak bisa didengar. Ia menekankan bahwa perdamaian bukan tentang menghilangkan konflik, melainkan kemampuan memahami kompleksitas, menyertakan kesedihan, keindahan, dan tragedi yang ada dalam setiap sisi. Pesan ini disampaikan secara langsung di atas panggung, menandai peran seni sebagai ruang refleksi sosial.

Sementara itu, citra Ed Sheeran yang selama ini dianggap netral secara politik kembali menjadi perhatian publik. Ia menegaskan di media sosial bahwa dirinya tidak terlibat dalam perdebatan publik mengenai perang Gaza dan menyerahkan keputusan penggantian Macklemore kepada promotor konser. Ia juga menyebut bahwa keputusan tidak mengizinkan Macklemore tampil di Gillette Stadium berasal dari pemilik stadion, Robert Kraft, menyusul pernyataan pro-Palestina yang sempat ditampilkan rapper tersebut.

Konser pertama tanpa Macklemore, yang digelar pada 19 September, sempat diwarnai aksi demonstrasi di luar lokasi pertunjukan. Sheeran kemudian menyampaikan penyesalannya secara langsung di panggung, menunjukkan kesadaran terhadap dampak keputusannya terhadap penggemar. Situasi ini kemudian memicu respons lintas genre di industri musik Amerika Serikat, termasuk penampilan Zach Bryan yang mengenakan kaus "Free Palestine" dan gitarisnya yang memakai jersey sepak bola Palestina di atas panggung.

Macklemore sendiri merespons dengan mengumumkan tur "Free Palestine" yang akan berlangsung di Paris, London, dan Dublin, dengan pendapatan dari pertunjukan disumbangkan kepada organisasi pendukung Palestina. Tur tersebut tidak menyebutkan nama bintang tamu, namun menunjukkan komitmen politik yang berbeda dari pendekatan yang diambil Sheeran, yang kini memilih fokus pada dialog dan pemahaman bersama sebagai langkah awal menuju rekonsiliasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya