Ekonomi Syariah Global: Inklusivitas, Keberlanjutan, dan Keadilan sebagai Fondasi
Nilai ekonomi syariah yang berbasis inklusivitas, keberlanjutan, dan keadilan kini mendapat pengakuan global, bukan hanya dari komunitas Muslim, tetapi juga pasar internasional.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 21.14 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Ekonomi dan keuangan syariah kini menunjukkan relevansi yang semakin luas di kancah global, seiring dengan penerapan prinsip-prinsip yang selaras dengan kebutuhan ekonomi modern. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa nilai-nilai inti dalam sistem syariah—seperti inklusivitas, keberlanjutan, dan keadilan—bukan hanya terkait agama tertentu, melainkan memiliki daya tarik universal yang mendorong adopsi lintas budaya dan geografi.
Dalam kesempatan pembukaan Festival Ekonomi Syariah Jawa 2026 di Surabaya, ia menyoroti tren penerimaan sukuk global dan sukuk ritel oleh investor dari berbagai latar belakang, termasuk negara non-Muslim. Hal ini menunjukkan bahwa produk-produk syariah kini dipandang sebagai instrumen keuangan yang menawarkan nilai tambah dalam hal transparansi, keterbukaan, dan manajemen risiko yang seimbang.
Prinsip inklusivitas menjadi fondasi utama, di mana akses terhadap layanan keuangan dan produk ekonomi tidak dibatasi oleh status sosial atau agama. Prinsip ini mendorong pemerataan manfaat ekonomi dan memastikan bahwa kegiatan ekonomi tidak hanya menguntungkan sekelompok kecil. Di sisi lain, prinsip keberlanjutan menekankan pentingnya menjaga lingkungan dan memastikan pemanfaatan sumber daya secara bijak demi generasi mendatang.
Keadilan dalam distribusi manfaat dan risiko juga menjadi pilar penting, di mana tidak ada pihak yang secara eksklusif menikmati keuntungan tanpa mempertimbangkan konsekuensi terhadap pihak lain. Dalam konteks ini, perlindungan konsumen menjadi elemen krusial yang harus terus diperkuat.
Dengan mengintegrasikan tiga prinsip tersebut, ekonomi syariah tidak hanya menjadi pilihan bagi masyarakat Muslim, tetapi juga menjadi model alternatif yang semakin diadopsi dalam praktik bisnis dan produk keuangan konvensional. Pengembangan sektor ini diharapkan mampu memperluas pasar produk halal, memperkuat keuangan inklusif, serta menciptakan sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

10 Desa di Bangka Tengah Dukung Ekspor Produk Lokal
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah resmi meluncurkan 10 desa berbasis ekspor untuk memperluas akses pasar global melalui kolaborasi dengan lembaga pembiayaan.
26 September 2026

WNA India Dideportasi dari Banda Aceh karena Pelanggaran Izin Tinggal
Seorang warga negara India yang tinggal di Banda Aceh dideportasi karena melanggar ketentuan izin tinggal, dengan proses pengawasan dan penindakan dilakukan secara tegas dan terkoordinasi.
26 September 2026

BI Perkuat Akses Kredit UMKM Lewat Sinergi dan Tata Kelola Usaha
Bank Indonesia mendorong UMKM memenuhi persyaratan perbankan melalui penguatan tata kelola dan pertemuan langsung dengan lembaga keuangan untuk perluas akses pembiayaan formal.
26 September 2026

Enam Negara Sudah Terhubung dengan QRIS Antarnegara
Wisatawan Indonesia kini bisa bayar di enam negara melalui QRIS Antarnegara tanpa harus tukar mata uang, dengan sistem yang terintegrasi langsung dari aplikasi pembayaran lokal.
26 September 2026
Berita Lainnya

300 Anak Yatim Doakan Timnas, Kemenangan 2-0 Terwujud
Sabtu, 26 September 2026, 21.25 WITA

MotoGP 2027 Resmi Rilis, Mandalika Jadi Tuan Rumah untuk Kelima Kalinya
Sabtu, 26 September 2026, 21.25 WITA
Paus Leo Soroti Pentingnya Kebebasan Pers di Tengah Tegangan Media dan Pemerintah
Sabtu, 26 September 2026, 21.24 WITA

Pezeshkian: Pertemuan dengan Trump Tak Realistis Tanpa Hentikan Ancaman
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

Taman Delhi Dibatasi Malam Hari Pasca Pemerkosaan Remaja
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA
Bangkok Dilanda Banjir Besar, 50 Distrik Ditetapkan Darurat
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

KPK Periksa Saksi Terkait Mekanisme Proyek di Bekasi dan Peran Ipda Yayat
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

APHI Dukung Koreksi Aturan Bakar Lahan untuk Cegah Karhutla
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

