Eks-Anggota Kopassus Dibacok di Jakarta Timur, Kasus Polisi Tembak Polisi Dikaji Lebih Dalam
Seorang mantan anggota Kopassus menjadi korban penyerangan di Cakung, Jakarta Timur, sementara kasus penembakan antar polisi di Tangerang disebut melibatkan lebih dari satu pelaku.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Seorang pria berusia 48 tahun yang pernah menjabat sebagai anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menjadi korban serangan kekerasan di Perumahan Jakarta Garden City, Cakung Timur, Jakarta Timur. Korban, Muhammad Fahrul, mengalami luka dalam di bagian kanan kepala akibat bacokan benda tajam. Kepolisian setempat langsung memeriksa lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya motif pribadi atau dendam terkait latar belakang militer korban.
Dalam kasus terpisah, seorang oknum prajurit TNI berpangkat Letkol Infantri Arman ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyewaan rumah dinas di kompleks perumahan militer Cijantung, Jakarta Timur, untuk kegiatan judi online. Penyidik Polisi Militer Daerah Jaya (Pomdam Jaya) mengungkap bahwa rumah dinas yang seharusnya digunakan untuk keperluan resmi justru dimanfaatkan secara ilegal. Tersangka yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Garnisun Tetap 1/Jakarta diduga melanggar peraturan disiplin militer.
Polda Metro Jaya juga menemukan sejumlah barang bukti narkoba dalam operasi rutin di Kampung Ambon, Cengkareng Timur. Tim gabungan menemukan delapan paket sabu dengan berat total 51,5 gram dan 25 paket ketamin seberat 28,1 gram. Operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan peredaran narkoba di wilayah rawan. Petugas menyisir area yang diduga menjadi titik transit dan penyimpanan barang haram.
Di wilayah Jakarta Utara, Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap peredaran etomidate senilai Rp2,8 miliar. Pelaku, berinisial T, diamankan saat membawa 400 butir etomidate yang dikemas menyerupai kopi untuk menyamarkan barang haram tersebut. Penyelundupan ini dilakukan di kawasan Pantai Indah Kapuk I, menunjukkan modus operandi yang canggih dan terorganisir.
Kasus penembakan antar anggota polisi di Markas Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, kembali menjadi perhatian publik. Kuasa hukum dari Bharatu Laurentius Fernandez Lawai, yang diduga menjadi korban, menyatakan bahwa pelaku kemungkinan lebih dari satu orang. Menurut Petrus Bala Pattyona, senjata yang digunakan berasal dari tempat penyimpanan senjata yang hanya bisa dibuka dengan izin bersama, sehingga menunjukkan adanya keterlibatan kolektif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Seorang penyintas serangan di gereja Ortodoks Yunani di Karak menggambarkan detik-detik pelaku menodongkan senjata ke arahnya saat ibadah berlangsung, menyebabkan delapan tewas dan 40 luka-luka.
25 Oktober 2026

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Richard Lee menanggapi penangguhan penahanan dengan menyatakan tidak akan meladeni serangan lawan dengan logika semata, mengikuti nasihat guru dan sahabatnya.
25 Oktober 2026

DEN Bahas Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Menko Hukum, HAM, dan Imigrasi Yusril Ihza Mahendra siap hadir dalam rapat DEN untuk membahas wacana perubahan definisi korupsi berbasis UNCAC.
25 Oktober 2026

Pengemudi BYD yang Tabrak Ojol di Jaksel Dinyatakan Bersih dari Narkoba
Hasil tes urine dan alkohol terhadap pengemudi BYD di Jaksel menunjukkan negatif, sementara korban mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

