Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Eks Bupati Minahasa Utara Ditangkap Setelah Buron Tiga Tahun

Mantan bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan, ditangkap setelah menjadi buron selama tiga tahun terkait kasus korupsi pengadaan lahan rumah sakit.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 02.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Eks Bupati Minahasa Utara Ditangkap Setelah Buron Tiga Tahun
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara berhasil menangkap eks Bupati Minahasa Utara periode 2016–2021, Vonnie Anneke Panambunan, di Kabupaten Mimika, Papua. Penangkapan ini merupakan hasil dari penyelidikan intensif yang memetakan pergerakan tersangka setelah kabur dari proses hukum. Dalam kasus ini, Vonnie diduga terlibat dalam praktik korupsi terkait pengadaan lahan untuk Rumah Sakit Walanda Maramis, yang sempat menjadi perhatian publik karena nilai proyeknya cukup besar.

Sebelum ditangkap, tersangka telah menjadi buronan setelah tiga kali dipanggil oleh penyidik tanpa hadir. Keterlibatan tidak kooperatif ini memicu penetapan status DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh jaksa. Penyidik menilai bahwa perpindahan tempat persembunyian tersangka, dari Jakarta hingga ke Papua, menunjukkan upaya untuk menghindari proses hukum. Kini, Vonnie telah dibawa ke kantor Kejati Sulut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dijadwalkan memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyidikan dalam waktu dekat. Sementara itu, proses hukum terhadap eks pejabat daerah tersebut tetap berjalan sesuai mekanisme, termasuk penyelidikan terkait kerugian negara yang diduga timbul dari kasus ini.

Penangkapan ini menegaskan komitmen lembaga penegak hukum dalam menangani kasus korupsi, terlepas dari jarak dan waktu yang telah berlalu. Tindakan tersebut juga menjadi peringatan bagi pejabat publik lainnya bahwa tindakan melanggar hukum tidak akan luput dari pertanggungjawaban, bahkan jika bersembunyi di wilayah terpencil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya