El Niño Dorong Kenaikan Harga Pangan, BI Perkuat Distribusi dan Koordinasi
Bank Indonesia memperkuat upaya stabilitas harga pangan di wilayah rawan El Niño, dengan fokus pada distribusi dan koordinasi lintas daerah hingga awal 2027.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia menyatakan kewaspadaan tinggi terhadap potensi kenaikan inflasi pangan akibat fenomena El Niño yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027. Dampak cuaca kering yang berkepanjangan dinilai berpotensi mengganggu produksi komoditas pangan utama, terutama di wilayah Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua), Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), dan Sumatra. Kenaikan harga bahan pangan bergerak terus menjadi perhatian utama meski inflasi nasional pada September 2026 tetap berada dalam batas target yang ditetapkan.
Kepala Perwakilan BI, Ricky P. Gozali, menyebut tekanan inflasi dari komoditas pangan bergejolak (volatile food) mencapai 5,03% pada periode tersebut. Secara geografis, wilayah Sulampua mengalami tekanan tertinggi dengan inflasi volatile food sebesar 8%, disusul Kalimantan dengan angka 7,2%. Dua wilayah ini menjadi prioritas dalam pemantauan dan intervensi kebijakan distribusi untuk mencegah lonjakan harga yang berkepanjangan.
Untuk menanggulangi tekanan jangka pendek, BI mendorong percepatan distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit. Langkah ini dilakukan melalui penguatan fasilitas logistik dan peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Selain itu, BI juga membangun dashboard rantai pasok yang memungkinkan pemantauan real-time terhadap ketersediaan stok, lokasi surplus dan defisit, serta jalur distribusi optimal.
Dalam jangka panjang, BI menekankan perlunya penguatan sektor hulu-hilir pangan, termasuk pengembangan infrastruktur irigasi dan penyebaran benih unggul yang tahan terhadap kondisi iklim ekstrem. Upaya ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan secara struktural, sehingga wilayah rentan tidak lagi terlalu bergantung pada kondisi cuaca tahunan. Ricky menegaskan bahwa sinergi antara BI, pemerintah daerah, dan TPID menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran pasokan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

