Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

El Niño Dorong Kenaikan Harga Pangan, BI Perkuat Distribusi dan Koordinasi

Bank Indonesia memperkuat upaya stabilitas harga pangan di wilayah rawan El Niño, dengan fokus pada distribusi dan koordinasi lintas daerah hingga awal 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
El Niño Dorong Kenaikan Harga Pangan, BI Perkuat Distribusi dan Koordinasi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia menyatakan kewaspadaan tinggi terhadap potensi kenaikan inflasi pangan akibat fenomena El Niño yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027. Dampak cuaca kering yang berkepanjangan dinilai berpotensi mengganggu produksi komoditas pangan utama, terutama di wilayah Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua), Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), dan Sumatra. Kenaikan harga bahan pangan bergerak terus menjadi perhatian utama meski inflasi nasional pada September 2026 tetap berada dalam batas target yang ditetapkan.

Kepala Perwakilan BI, Ricky P. Gozali, menyebut tekanan inflasi dari komoditas pangan bergejolak (volatile food) mencapai 5,03% pada periode tersebut. Secara geografis, wilayah Sulampua mengalami tekanan tertinggi dengan inflasi volatile food sebesar 8%, disusul Kalimantan dengan angka 7,2%. Dua wilayah ini menjadi prioritas dalam pemantauan dan intervensi kebijakan distribusi untuk mencegah lonjakan harga yang berkepanjangan.

Untuk menanggulangi tekanan jangka pendek, BI mendorong percepatan distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit. Langkah ini dilakukan melalui penguatan fasilitas logistik dan peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Selain itu, BI juga membangun dashboard rantai pasok yang memungkinkan pemantauan real-time terhadap ketersediaan stok, lokasi surplus dan defisit, serta jalur distribusi optimal.

Dalam jangka panjang, BI menekankan perlunya penguatan sektor hulu-hilir pangan, termasuk pengembangan infrastruktur irigasi dan penyebaran benih unggul yang tahan terhadap kondisi iklim ekstrem. Upaya ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan secara struktural, sehingga wilayah rentan tidak lagi terlalu bergantung pada kondisi cuaca tahunan. Ricky menegaskan bahwa sinergi antara BI, pemerintah daerah, dan TPID menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran pasokan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya