El Nino Ancam Kualitas Kredit Perbankan
OJK memperingatkan risiko kredit bermasalah akibat dampak El Nino terhadap sektor yang bergantung pada iklim, terutama pertanian dan UMKM.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.35 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggarisbawahi potensi gangguan iklim akibat fenomena El Nino terhadap stabilitas sistem keuangan nasional. Dalam keterangan resmi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan menegaskan bahwa perubahan cuaca ekstrem yang ditimbulkan El Nino dapat menimbulkan kekeringan berkepanjangan, gangguan produksi, dan meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Dampak ini berpotensi merambat dari sektor riil ke sektor keuangan, mengancam kualitas aset, profitabilitas, likuiditas, serta tingkat permodalan bank.
Fenomena tersebut kini menjadi bagian dari perhatian utama dalam pengelolaan risiko iklim di industri perbankan. Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan penurunan produktivitas di sektor yang sangat rentan terhadap perubahan iklim, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan industri makanan serta minuman. Gangguan terhadap produksi berdampak langsung pada pendapatan debitur, meningkatkan biaya operasional, dan menurunkan kemampuan membayar kredit, yang pada gilirannya berpotensi menaikkan tingkat nonperforming loan (NPL).
Bank yang memiliki konsentrasi pembiayaan tinggi di wilayah atau sektor yang rentan terhadap El Nino dianggap lebih terpapar risiko penurunan kualitas aset dibandingkan institusi dengan portofolio yang lebih beragam. Risiko ini termasuk dalam kategori physical climate risk, yaitu dampak langsung perubahan iklim terhadap aktivitas ekonomi dan kinerja keuangan debitur. OJK mendorong perbankan untuk memperkuat ketahanan dengan mengintegrasikan analisis risiko iklim ke dalam strategi bisnis dan manajemen risiko.
Selain itu, perbankan diminta mempercepat transisi menuju model keuangan berkelanjutan dengan memprioritaskan alokasi modal dan pembiayaan ke sektor ramah lingkungan serta mengembangkan produk keuangan berbasis keberlanjutan. Langkah ini tidak hanya menjadi mitigasi terhadap dampak iklim, tetapi juga sebagai upaya mendorong transformasi ekonomi ke arah yang lebih berkelanjutan.
Bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR), risiko El Nino juga menjadi perhatian khusus karena banyak dari mereka memiliki eksposur tinggi terhadap sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah. Gangguan produksi dan penurunan aktivitas ekonomi di daerah dapat memengaruhi kemampuan pembayaran debitur secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan POJK Nomor 9 Tahun 2024, BPR dan BPR Syariah wajib menerapkan tata kelola keuangan berkelanjutan dan menyusun rencana aksi yang mencakup pengelolaan risiko iklim, termasuk prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam operasional bisnis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Pembayaran cicilan pinjaman Kopdes Merah Putih senilai Rp37 triliun ditunda karena belum menerima tagihan resmi dari Himbara dan kelengkapan administrasi belum selesai.
21 September 2026

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Saham BYAN turun 5,06% ke level Rp13.125 meski tiga anak usahanya resmi mendapat revisi RKAB 2026 dari Kementerian ESDM dengan tambahan kuota produksi 15–20 juta ton.
21 September 2026

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Bursa Efek Indonesia resmi menurunkan batas harga terendah saham dari Rp50 menjadi Rp1, berlaku mulai 28 September 2026, untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar.
21 September 2026

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) resmi menunjuk Romy Bareno, putra jurnalis Karni Ilyas, sebagai komisaris independen sejak 16 September 2026.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

Dokumenter 'Skenario Sang Jenderal' Ungkap Rekayasa Pembunuhan Brigadir J
Senin, 21 September 2026, 23.12 WITA

Prancis vs Spanyol: Duel Taktik dan Kualitas di Semifinal Dunia 2026
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia Usai Tundukkan Inggris
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Tuchel Pertahankan Keputusan Pemain Meski Inggris Gagal ke Final
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

