El Nino Kuat Perpanjang Durasi Sehari Bumi
Fenomena El Nino kini memperpanjang durasi satu hari di Bumi hingga sekitar satu milidetik akibat perubahan pola angin global.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 45x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perubahan iklim global yang dipicu oleh El Nino kategori kuat menunjukkan dampak tak terduga, yakni perpanjangan durasi satu hari di Bumi. Berdasarkan data dari lembaga ilmiah internasional, rotasi planet ini mengalami sedikit perlambatan akibat penyesuaian momentum sudut antara atmosfer dan permukaan bumi. Perubahan ini terjadi karena pergeseran pola angin di wilayah tropis Pasifik, khususnya melemahnya angin pasat dan memperkuat angin dari barat ke timur.
Perubahan durasi sebesar satu milidetik, meski terlihat kecil, merupakan hasil pengukuran akurat dari sistem satelit dan observasi astronomi. Dengan durasi normal satu hari mencapai 86.400 detik, perbedaan ini setara dengan satu bagian dari seratus juta detik. Meski tidak terasa oleh manusia dalam aktivitas sehari-hari, ilmuwan menilai perubahan tersebut signifikan secara ilmiah dan dapat direkam secara konsisten.
Pemahaman mengenai fenomena ini dianalogikan dari gerakan fisika, seperti penari balet yang melambat saat merentangkan tangan. Ketika angin di Samudra Pasifik mengalami perubahan, distribusi energi rotasi Bumi terganggu, sehingga memperlambat kecepatan putarannya. Sebaliknya, saat kondisi berubah ke arah La Nina, Bumi cenderung berputar lebih cepat, memendekkan durasi satu hari.
Data terbaru menunjukkan suhu permukaan laut di zona Nino3.4 telah mencapai 29,70 derajat Celsius pada bulan September, melampaui rekor sebelumnya dari tahun 1982/1983, 1997/1998, dan 2015/2016. Meski demikian, para ilmuwan tetap berhati-hati dalam menyatakan bahwa fenomena ini adalah yang paling kuat sepanjang sejarah, karena pengaruh pemanasan global turut memengaruhi angka-angka tersebut.
Peningkatan suhu laut yang ekstrem ini diperkirakan akan berdampak luas, termasuk memperburuk kondisi kekeringan dan banjir di berbagai wilayah. El Nino bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi rotasi Bumi; perubahan pada lapisan es, air tanah, dan dinamika atmosfer juga dapat menyebabkan variasi kecil dalam durasi hari. Namun, El Nino kini menjadi perhatian utama karena intensitasnya yang mencatatkan rekor baru.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

