Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Elon Musk Buka Peluang Gabungkan SpaceX dan Tesla

SpaceX melampaui ekspektasi pasar dengan pertumbuhan pendapatan 161% di kuartal III-2026, didorong oleh AI dan Starlink, sementara Musk pertimbangkan merger dengan Tesla.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 53x dibuka
Elon Musk Buka Peluang Gabungkan SpaceX dan Tesla📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan luar angkasa SpaceX kembali mencatat pencapaian signifikan dalam laporan keuangan kuartal III-2026, menunjukkan pertumbuhan pendapatan sebesar 161% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini melampaui proyeksi analis, dengan pendapatan mencapai US$14,58 miliar, jauh di atas ekspektasi sebesar US$12,72 miliar. Laba bersih perusahaan mencapai US$4,4 miliar, berbalik dari kerugian bersih US$1,05 miliar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya, menandai transformasi signifikan dalam kinerja keuangan perusahaan.

Pertumbuhan dominan berasal dari dua segmen utama: konektivitas melalui Starlink dan kecerdasan buatan. Jumlah pelanggan Starlink naik menjadi 13,6 juta, meningkat dari 12 juta di kuartal sebelumnya, dengan pendapatan segmen tersebut melonjak 69% menjadi US$5,25 miliar. Pendapatan dari pelanggan konsumen mencapai US$3,12 miliar, sedangkan pelanggan pemerintah dan korporasi menyumbang US$2,13 miliar. Di sisi lain, bisnis AI yang dikembangkan setelah akuisisi xAI dan ekspansi ke kapasitas komputasi, tumbuh sembilan kali lipat menjadi US$7,56 miliar, menjadi segmen terbesar perusahaan.

SpaceX juga menegaskan ambisi strategis dalam ekspansi infrastruktur, termasuk pembelian spektrum frekuensi 800 MHz dari FCC untuk pengembangan jaringan seluler berbasis satelit. Perusahaan juga merampungkan akuisisi perusahaan AI Cursor senilai US$60 miliar, sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam bidang komputasi dan teknologi berbasis AI. Dengan demikian, bisnis AI kini dikelola sebagai entitas terpisah bernama Super Intelligence, yang mencatat laba operasional US$431 juta di kuartal III-2026.

Sementara itu, bisnis peluncuran roket hanya mencatat kenaikan tipis, dengan pendapatan US$1,77 miliar, naik dari US$1,67 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun, laba operasional dari Starlink mencapai US$2,37 miliar, hampir dua kali lipat dari periode sebelumnya, menjadi pilar utama profitabilitas perusahaan. CEO SpaceX, Elon Musk, menyatakan ambisi besar untuk mencapai pendapatan berulang tahunan (ARR) antara US$500 miliar hingga US$1 triliun pada akhir 2027, jauh melampaui proyeksi analis yang memperkirakan pendapatan 2027 sekitar US$110 miliar.

Dalam konteks ini, Musk juga mengungkapkan bahwa dewan direksi SpaceX dan Tesla telah membentuk komite khusus untuk meninjau kemungkinan penggabungan kedua perusahaan. Kabar tersebut turut memicu kenaikan saham SpaceX sekitar 8% dalam perdagangan pasca-penutupan pasar, mencerminkan optimisme pasar terhadap potensi sinergi strategis antara dua entitas yang dipimpin oleh satu tokoh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya