Emas 30.000 Ton di Banten, Warisan Kolonial yang Tak Pernah Kembali
Temuan cadangan emas raksasa di Cikotok, Banten, pada era kolonial mencapai 30 ribu ton, dieksploitasi secara masif hingga 1933 sebelum akhirnya dinyatakan habis pada 2005.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.28 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wilayah Cikotok di Banten, sekitar 200 kilometer selatan Jakarta, pernah menjadi pusat eksploitasi emas terbesar di Nusantara pada masa kolonial. Berdasarkan catatan sejarah, wilayah ini diketahui memiliki cadangan bijih emas mencapai 30 ribu ton—angka yang menggambarkan potensi geologis luar biasa. Upaya eksploitasi dimulai setelah pemerintah Hindia Belanda mengirim tim geologi dipimpin W.F.F. Oppenoorth pada 1919 untuk menguji kebenaran desas-desus tentang kekayaan bawah tanah.
Tim ini melakukan eksplorasi ekstensif melalui hutan lebat, membangun akses jalan, dan mengebor 25 terowongan di perbukitan Cikotok. Pada 1928, hasil kerja keras itu tercatat dalam laporan pers: sebagian terowongan telah menembus kedalaman hingga 135 meter. Meski anggaran tahunan mencapai 80.000 gulden—setara miliaran rupiah saat ini—investasi itu terbukti menguntungkan, karena temuan cadangan emas secara ilmiah telah terkonfirmasi.
Eksploitasi kemudian diberikan kepada perusahaan NV Mijnbouw Maatschappij Zuid Bantam, yang membangun infrastruktur logistik melalui Rangkasbitung dan Pelabuhan Ratu. Sebuah pabrik pengolahan dengan kapasitas 20 ton per hari didirikan, tetapi tidak mampu menampung volume hasil tambang yang melimpah. Banyak buruh pribumi menemukan bongkahan emas dengan berat hingga 126 gram, membuktikan kualitas bijih yang tinggi. Pada 1933, luas konsesi mencapai 400 kilometer persegi dengan potensi cadangan diperkirakan melampaui 61.000 ton, bernilai 3,68 miliar gulden.
Setelah kemerdekaan, manajemen tambang diserahkan ke NV Perusahaan Pembangunan Pertambangan, lalu berganti ke PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada 1974. Aktivitas pertambangan berlangsung hingga 2005, ketika cadangan emas dinyatakan habis. Meski kejayaan Cikotok telah berakhir, warisan sejarahnya tetap menjadi bukti bahwa Indonesia pernah memiliki potensi mineral yang luar biasa, sekaligus mengingatkan akan distribusi ketimpangan hasil eksploitasi masa lalu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Houthi Lancarkan Serangan Berulang ke Kota Suci, Pemimpin Masjidil Haram Kecam Keras
Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mengecam keras serangan rudal dan drone Houthi terhadap Makkah dan Madinah, menyatakan pelanggaran terhadap kesucian tempat suci dan norma kemanusiaan internasional.
25 Oktober 2026

NASA Soroti Lonjakan Kebakaran di Papua dan Kalimantan
NASA mencatat kebakaran hutan dan lahan di Papua serta Kalimantan mencapai level tertinggi sepanjang 2026, didorong El Niño dan aktivitas manusia, dengan emisi karbon melampaui rekor sebelumnya.
25 Oktober 2026

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026

Singapura Bantah Kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke Kedubes
Kedubes Singapura di Jakarta membantah tudingan adanya kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke kediaman duta besar pada 18 Oktober 2026, sekaligus menegaskan informasi tersebut sebagai disinformasi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Tiga Tersangka Narkoba Diamankan di Tambora
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

