ENRG Gelar Rights Issue Rp4,1 Triliun untuk Dukung Ekspansi Eksplorasi
Perseroan energi milik Grup Bakrie, ENRG, menjalankan rights issue senilai Rp4,1 triliun untuk memperkuat modal kerja dan pendanaan eksplorasi serta pengembangan fasilitas produksi anak usahanya.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 12.10 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) resmi memperbarui rencana rights issue dengan menawarkan 13,3 miliar saham baru kepada pemegang saham dengan harga pelaksanaan Rp310 per saham dan rasio 2:1. Tujuan utama dari penawaran ini adalah menghimpun dana sebesar Rp4,1 triliun, yang akan digunakan untuk membiayai aktivitas eksplorasi, pengembangan fasilitas produksi, serta kebutuhan modal kerja di sejumlah anak usaha. Dengan penawaran ini, dampak dilusi saham diperkirakan mencapai maksimal 33,33%.
Sebagai pemegang saham pengendali, PT Shima Global Kapital yang memiliki 17,55% saham ENRG memilih tidak melaksanakan sebanyak 2,33 miliar haknya, kemudian mengalihkan seluruh hak tersebut kepada PT Bakrie Kalila Investment. Dengan demikian, Bakrie Kalila Investment akan melaksanakan 2,8 miliar hak senilai Rp869,3 miliar. Selain itu, PT Bakrie Kalila Investment dan PT Bakrie Capital Indonesia bertindak sebagai pembeli siaga dengan kapasitas maksimum 9,92 miliar saham senilai Rp3 triliun, menjamin keberlangsungan penawaran.
Perdagangan saham cum right dijadwalkan dimulai pada 2 Oktober 2026, sementara periode perdagangan dan pelaksanaan hak berlangsung dari 8 hingga 21 Oktober 2026. Sebelumnya, ENRG telah melakukan suntikan modal kepada tiga anak usaha, yaitu Energi Maju Abadi (EMA), Imbang Tata Alam (ITA), dan EMP Bentu Limited, dengan total nilai US$64,67 juta atau setara Rp1,16 triliun berdasarkan kurs Rp18.060 per dolar AS.
Pembagian suntikan modal dilakukan secara bertahap: EMA menerima US$9,59 juta (Rp162,22 miliar) untuk melunasi utang ke Bank Mandiri dan menopang modal kerja, ITA mendapatkan US$49,69 juta (Rp839,93 miliar) untuk pembayaran sebagian pokok kredit term loan 2 ke Bank Mandiri, sedangkan EMP Bentu menerima US$5,37 juta (Rp90,89 miliar) untuk kebutuhan modal kerja. Dana berasal dari hasil pelaksanaan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2026, dan setiap pinjaman memiliki jangka waktu maksimal lima tahun dengan suku bunga 8,60% per tahun.
Karena ENRG memiliki kepemilikan langsung dan/atau tidak langsung atas ketiga entitas tersebut, transaksi ini termasuk dalam kategori transaksi afiliasi. Namun, pihak perusahaan menegaskan bahwa transaksi tersebut memenuhi pengecualian sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat (1) huruf (b) angka (1) POJK 42/2020, sehingga tidak perlu melalui persetujuan pemegang saham khusus.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Ekonomi Berdaulat
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 menekankan pentingnya infrastruktur digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
28 September 2026

UMK Binaan Pertamina Siap Ekspor Lewat Pelatihan Bisnis Intensif
Puluhan pelaku UMK binaan Pertamina mengikuti pelatihan profesional untuk memperkuat daya saing dalam ajang temu bisnis global Oktober 2026.
28 September 2026

Alokasi Anggaran Pencegahan Stunting di Daerah Menurun Drastis
Penurunan anggaran intervensi gizi di APBD daerah mencapai Rp20,2 triliun pada 2026, menunjukkan tekanan fiskal dan tantangan implementasi program.
28 September 2026

RI Siap Hentikan Impor Bensin Lewat Bioetanol E50
Pemerintah kaji penerapan bahan bakar bioetanol E50 untuk menghentikan impor bensin, berbasis produksi dalam negeri dari tebu, singkong, dan jagung.
28 September 2026
Berita Lainnya

Rifqi Mahesa Sabet Medali Emas di Arung Palakka Champion Bone 2026
Senin, 28 September 2026, 12.42 WITA

Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Tenggara
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Potensi Hujan Lebat di 19 Wilayah, BMKG Imbau Waspada
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 di Bandung Tegaskan Kebangkitan Kepemerintahan Digital Awal Kemerdekaan
Senin, 28 September 2026, 12.17 WITA

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Indonesia Berdaulat
Senin, 28 September 2026, 12.16 WITA

Pergeseran Kurikulum di Kampus China Akibat Dominasi AI
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

Konektivitas Digital sebagai Fondasi Kedaulatan Nasional
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

PHK Meningkat, Penciptaan Kerja Tetap Dominan
Senin, 28 September 2026, 12.14 WITA

