Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ENRG Gelar Rights Issue Rp4,1 Triliun untuk Dukung Ekspansi Eksplorasi

Perseroan energi milik Grup Bakrie, ENRG, menjalankan rights issue senilai Rp4,1 triliun untuk memperkuat modal kerja dan pendanaan eksplorasi serta pengembangan fasilitas produksi anak usahanya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 12.10 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
ENRG Gelar Rights Issue Rp4,1 Triliun untuk Dukung Ekspansi Eksplorasi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) resmi memperbarui rencana rights issue dengan menawarkan 13,3 miliar saham baru kepada pemegang saham dengan harga pelaksanaan Rp310 per saham dan rasio 2:1. Tujuan utama dari penawaran ini adalah menghimpun dana sebesar Rp4,1 triliun, yang akan digunakan untuk membiayai aktivitas eksplorasi, pengembangan fasilitas produksi, serta kebutuhan modal kerja di sejumlah anak usaha. Dengan penawaran ini, dampak dilusi saham diperkirakan mencapai maksimal 33,33%.

Sebagai pemegang saham pengendali, PT Shima Global Kapital yang memiliki 17,55% saham ENRG memilih tidak melaksanakan sebanyak 2,33 miliar haknya, kemudian mengalihkan seluruh hak tersebut kepada PT Bakrie Kalila Investment. Dengan demikian, Bakrie Kalila Investment akan melaksanakan 2,8 miliar hak senilai Rp869,3 miliar. Selain itu, PT Bakrie Kalila Investment dan PT Bakrie Capital Indonesia bertindak sebagai pembeli siaga dengan kapasitas maksimum 9,92 miliar saham senilai Rp3 triliun, menjamin keberlangsungan penawaran.

Perdagangan saham cum right dijadwalkan dimulai pada 2 Oktober 2026, sementara periode perdagangan dan pelaksanaan hak berlangsung dari 8 hingga 21 Oktober 2026. Sebelumnya, ENRG telah melakukan suntikan modal kepada tiga anak usaha, yaitu Energi Maju Abadi (EMA), Imbang Tata Alam (ITA), dan EMP Bentu Limited, dengan total nilai US$64,67 juta atau setara Rp1,16 triliun berdasarkan kurs Rp18.060 per dolar AS.

Pembagian suntikan modal dilakukan secara bertahap: EMA menerima US$9,59 juta (Rp162,22 miliar) untuk melunasi utang ke Bank Mandiri dan menopang modal kerja, ITA mendapatkan US$49,69 juta (Rp839,93 miliar) untuk pembayaran sebagian pokok kredit term loan 2 ke Bank Mandiri, sedangkan EMP Bentu menerima US$5,37 juta (Rp90,89 miliar) untuk kebutuhan modal kerja. Dana berasal dari hasil pelaksanaan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2026, dan setiap pinjaman memiliki jangka waktu maksimal lima tahun dengan suku bunga 8,60% per tahun.

Karena ENRG memiliki kepemilikan langsung dan/atau tidak langsung atas ketiga entitas tersebut, transaksi ini termasuk dalam kategori transaksi afiliasi. Namun, pihak perusahaan menegaskan bahwa transaksi tersebut memenuhi pengecualian sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat (1) huruf (b) angka (1) POJK 42/2020, sehingga tidak perlu melalui persetujuan pemegang saham khusus.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya