IHSG Melemah Pekan Lalu, Investor Asing Jual Bersih Rp559 Miliar
Indeks saham turun 0,90% ke level 6.241 pada akhir pekan, disertai penurunan kapitalisasi pasar dan aksi jual asing yang menekan pasar.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 12.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 56,71 poin atau 0,90% pada penutupan perdagangan Jumat (25/9), berada di posisi 6.241. Penguatan terjadi hanya pada satu hari dalam sepekan, sementara empat hari lainnya menunjukkan tekanan turun. Volume perdagangan mencapai 33,27 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,57 triliun. Pergerakan ini menandai pelemahan kumulatif sebesar 3,09% selama sepekan terakhir.
Kondisi pasar mencatat penurunan kapitalisasi pasar dari Rp11.266 triliun menjadi Rp10.905 triliun, turun 3,20% dalam periode 21–25 September 2026. Rata-rata volume transaksi harian naik tipis 2,04% dari 28,61 miliar menjadi 29,2 miliar lembar saham. Namun, rata-rata nilai transaksi harian menurun signifikan 21,32%, dari Rp15,22 triliun menjadi Rp11,98 triliun. Frekuensi transaksi harian juga turun 3,95%, dari 1,89 juta kali menjadi 1,82 juta kali.
Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp559,16 miliar pada hari terakhir pekan tersebut, sementara secara tahunan sudah tercatat penjualan bersih sebesar Rp77,52 triliun hingga akhir September 2026. Kepala Sekretaris BEI menyatakan bahwa tekanan pasar terus berlanjut, terutama akibat kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang mencapai 5,17%, yang berpotensi memperkuat arus modal keluar dari pasar negara berkembang.
Analisis teknikal dari dua lembaga, Kiwoom Sekuritas dan MNC Sekuritas, memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang 6.029–6.551 dalam sepekan depan dengan potensi koreksi lanjutan. Kedua pihak menyoroti dampak kebijakan floor price Rp1 yang diterapkan BEI, khususnya bagi saham dengan harga Rp50 dan kapitalisasi besar seperti GOTO, BBKP, dan KPIG. Dari sisi rekomendasi, saham MDKA, BBCA, PSAB, COIN, INDF, dan HMSP disebut memiliki potensi kenaikan menuju target harga antara 3.400 hingga 7.225 dalam pekan ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Ekonomi Berdaulat
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 menekankan pentingnya infrastruktur digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
28 September 2026

UMK Binaan Pertamina Siap Ekspor Lewat Pelatihan Bisnis Intensif
Puluhan pelaku UMK binaan Pertamina mengikuti pelatihan profesional untuk memperkuat daya saing dalam ajang temu bisnis global Oktober 2026.
28 September 2026

Alokasi Anggaran Pencegahan Stunting di Daerah Menurun Drastis
Penurunan anggaran intervensi gizi di APBD daerah mencapai Rp20,2 triliun pada 2026, menunjukkan tekanan fiskal dan tantangan implementasi program.
28 September 2026

RI Siap Hentikan Impor Bensin Lewat Bioetanol E50
Pemerintah kaji penerapan bahan bakar bioetanol E50 untuk menghentikan impor bensin, berbasis produksi dalam negeri dari tebu, singkong, dan jagung.
28 September 2026
Berita Lainnya

Rifqi Mahesa Sabet Medali Emas di Arung Palakka Champion Bone 2026
Senin, 28 September 2026, 12.42 WITA

Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Tenggara
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Potensi Hujan Lebat di 19 Wilayah, BMKG Imbau Waspada
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 di Bandung Tegaskan Kebangkitan Kepemerintahan Digital Awal Kemerdekaan
Senin, 28 September 2026, 12.17 WITA

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Indonesia Berdaulat
Senin, 28 September 2026, 12.16 WITA

Pergeseran Kurikulum di Kampus China Akibat Dominasi AI
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

Konektivitas Digital sebagai Fondasi Kedaulatan Nasional
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

PHK Meningkat, Penciptaan Kerja Tetap Dominan
Senin, 28 September 2026, 12.14 WITA

