Pasar Asia Terpantau Fluktuatif, Fokus pada Data Ekonomi AS
Bursa Asia bergerak bervariasi pada awal perdagangan Senin, dengan investor memantau perkembangan suku bunga dan rilis data ekonomi AS yang menentukan arah kebijakan moneter global.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 12.12 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pasar saham Asia mengawali perdagangan Senin (28/9/2026) dengan pergerakan yang tidak seragam, mencerminkan ketegangan di antara ekspektasi terhadap kebijakan moneter global. Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,29%, sementara indeks Topix menunjukkan kenaikan 0,17%. Di sisi lain, pasar Korea Selatan mengalami penurunan dengan indeks Kospi turun 0,41% setelah libur panjang, sedangkan indeks Kosdaq melemah 0,16%. Sementara itu, pasar Australia tidak menunjukkan perubahan signifikan, dengan indeks S&P/ASX 200 bergerak datar.
Kenaikan signifikan terjadi pada saham teknologi asal AS pada pekan lalu, yang menjadi pendorong utama kenaikan pasar global. Meta Platforms mencatat kenaikan hampir 13% setelah meluncurkan agen kecerdasan buatan (AI) bernama Muse, yang disambut positif oleh pasar. Microsoft juga menguat lebih dari 4%, sementara Apple dan Nvidia masing-masing melonjak lebih dari 1%. Kenaikan ini terjadi meski imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Yield obligasi AS tenor 10 tahun mencapai puncak sejak 2007, sedangkan obligasi tenor 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2004. Yield tenor dua tahun naik sekitar 17 basis poin dalam seminggu terakhir. Menurut Ed Yardeni dari Yardeni Research, kenaikan cepat imbal hasil surat utang tenor pendek mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve. Faktor pendorong utama dinilai berasal dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mempertahankan harga minyak tetap tinggi, memperkuat tekanan inflasi.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap defisit anggaran pemerintah global yang bisa memburuk jika suku bunga tetap tinggi dalam jangka panjang. Investor kini menantikan rilis data ekonomi AS penting pekan ini, termasuk indeks harga konsumsi pribadi (PCE) Agustus yang menjadi acuan utama The Fed, disusul data manufaktur pada Kamis. Laporan ketenagakerjaan bulan September yang dirilis Jumat menjadi penentu utama dalam menilai kekuatan ekonomi AS dan arah kebijakan moneter global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Ekonomi Berdaulat
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 menekankan pentingnya infrastruktur digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
28 September 2026

UMK Binaan Pertamina Siap Ekspor Lewat Pelatihan Bisnis Intensif
Puluhan pelaku UMK binaan Pertamina mengikuti pelatihan profesional untuk memperkuat daya saing dalam ajang temu bisnis global Oktober 2026.
28 September 2026

Alokasi Anggaran Pencegahan Stunting di Daerah Menurun Drastis
Penurunan anggaran intervensi gizi di APBD daerah mencapai Rp20,2 triliun pada 2026, menunjukkan tekanan fiskal dan tantangan implementasi program.
28 September 2026

RI Siap Hentikan Impor Bensin Lewat Bioetanol E50
Pemerintah kaji penerapan bahan bakar bioetanol E50 untuk menghentikan impor bensin, berbasis produksi dalam negeri dari tebu, singkong, dan jagung.
28 September 2026
Berita Lainnya

Rifqi Mahesa Sabet Medali Emas di Arung Palakka Champion Bone 2026
Senin, 28 September 2026, 12.42 WITA

Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Tenggara
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Potensi Hujan Lebat di 19 Wilayah, BMKG Imbau Waspada
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 di Bandung Tegaskan Kebangkitan Kepemerintahan Digital Awal Kemerdekaan
Senin, 28 September 2026, 12.17 WITA

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Indonesia Berdaulat
Senin, 28 September 2026, 12.16 WITA

Pergeseran Kurikulum di Kampus China Akibat Dominasi AI
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

Konektivitas Digital sebagai Fondasi Kedaulatan Nasional
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

PHK Meningkat, Penciptaan Kerja Tetap Dominan
Senin, 28 September 2026, 12.14 WITA

